Bijak Gunakan Media Sosial, Kunci Menjaga Akhlak di Era Digital
- 26 Mar 2026 00:49 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Nilai-nilai yang diperoleh selama bulan puasa diharapkan tetap menjadi landasan dalam membentuk karakter masyarakat, khususnya di tengah tantangan era digital yang semakin kompleks. Hal tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam Bimas Islam Kementerian Agama Kota Cirebon, Ustadz Nasuka Faqih, dalam program “Mutiara Pagi” Pro 1 RRI Cirebon, Rabu, 25 Maret 2026.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan media sosial telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, baik dari sisi komunikasi, akses informasi, hingga pola interaksi sosial. “Media sosial saat ini mempermudah berbagai aktivitas, tetapi juga memiliki dampak negatif seperti hoaks, fitnah, hingga konten yang merusak moral,” ujarnya.
Ia menekankan, nilai-nilai yang telah dilatih selama bulan puasa seperti pengendalian diri, kejujuran, serta kepedulian sosial, perlu terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Yang terpenting adalah bagaimana nilai-nilai itu bisa kita lanjutkan, seperti menjaga ucapan, menghindari perbuatan negatif, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama,” katanya.
Ustadz Nasuka juga mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial agar tidak terjebak dalam penyebaran informasi yang menyesatkan. “Jangan mudah menyebarkan hoaks atau provokasi. Gunakan media sosial untuk hal-hal positif yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain,” katanya.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya menjaga keikhlasan dalam berbuat kebaikan, termasuk saat membagikan aktivitas di media sosial. “Kuncinya ada di hati. Niatkan semua karena Allah, bukan untuk mendapat penilaian dari manusia,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung pentingnya menjaga silaturahmi secara tulus, tidak hanya melalui pesan singkat atau media digital, tetapi juga melalui pertemuan langsung jika memungkinkan. “Silaturahmi langsung memiliki nilai lebih karena menghadirkan kedekatan emosional yang tidak tergantikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi iman yang naik dan turun merupakan hal yang wajar, sehingga diperlukan upaya untuk menjaga konsistensi dalam berbuat baik. Ia berharap masyarakat dapat mempertahankan kebiasaan baik yang telah dibangun, sehingga mampu membentuk pribadi yang berkarakter luhur di tengah perkembangan zaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....