Akademisi Finlandia Teliti Mitologi Ikan Dewa Cigugur

  • 16 Feb 2026 09:04 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Kuningan - Kabupaten Kuningan kedatangan tamu istimewa dari mancanegara. Amelia, dosen asal Finlandia yang berbasis di Amsterdam, Belanda, melakukan kunjungan riset untuk menggarap proyek kolaborasi film bersama seniman lokal, Teguh Permana.

Kehadiran Amelia bukan sekadar kunjungan akademik biasa. Ia tengah menyiapkan film dokumenter bersama Teguh, seniman lulusan ISBI Bandung yang menyoroti praktik tradisional agraris masyarakat Kuningan yang tetap bertahan dan beradaptasi di tengah perkembangan teknologi serta dinamika politik modern.

Ketertarikan Amelia terhadap budaya Sunda telah terbangun sejak lima tahun terakhir, terutama pada seni Tarawangsa. Ia memandang tradisi sebagai sesuatu yang dinamis dan terbuka terhadap perubahan zaman.

“I reflected on whether traditions in their current form are allowed to change, should they remain as they are, or can they take new forms to invite new generations atau artinya saya sedang memikirkan, apakah tradisi itu boleh berubah, harus tetap sama, atau bisa dimodifikasi supaya anak muda zaman sekarang tertarik untuk ikut menjalaninya," ujar Amelia saat diwawancarai di sela kegiatannya di Kuningan, Senin, 16 Februari 2026.

Menurutnya, adaptasi bentuk tradisi menjadi penting agar nilai-nilai luhur tetap hidup dan mampu menjangkau generasi muda. Ia menilai, tanpa ruang untuk bertransformasi, tradisi berpotensi kehilangan relevansi sosialnya.

Mitologi Ikan Dewa dan Kekuatan Komunitas

Selain mendalami kesenian, Amelia juga meneliti mitologi Ikan Dewa di kawasan Cigugur, Kuningan. Ia mengamati praktik ritual suara, resonansi, serta pengobatan herbal yang dilakukan tokoh adat setempat saat populasi ikan sempat terancam wabah.

Pengalaman tersebut memberinya perspektif baru tentang kekuatan kearifan lokal dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Solidaritas warga dalam merawat alam dinilai sebagai bentuk nyata ketahanan budaya.

“What I can draw from this amazing experience is the power of community, of people coming together and having this kind of care towards the environment atau artinya hal yang bisa saya petik dari pengalaman luar biasa ini adalah kekuatan komunitas; tentang bagaimana orang-orang bersatu dan memiliki kepedulian yang besar terhadap lingkungan,” katanya menambahkan.

Melalui film kolaboratif ini, Amelia berharap pesan tentang kepedulian lingkungan dan daya tahan tradisi dari Kuningan dapat dikenal lebih luas di tingkat internasional. Baginya, tradisi lokal bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan fondasi penting bagi masa depan yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....