Imbas dari Aksi Boikot, KFC Merugi Hingga Tutup Gerai!
- 09 Nov 2024 08:00 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Pewaralaba KFC PT Fast Food Indonesia Tbk. (FAST) di Indonesia, melaporkan kerugian besar pada kinerja keuangan di periode sembilan bulan pertama tahun 2024. Berdasarkan laporan keuangan yang dikutip, Kamis (7/11/2024), perusahaan mengalami kerugian bersih sebesar Rp558,75 miliar. Kerugian ini meningkat tajam dibandingkan dengan kerugian periode yang sama tahun lalu sebesar Rp152,42 miliar. Kinerja keuangan yang merosot disebabkan pendapatan yang turun signifkan hingga 22,3 persen, dari Rp4,62 triliun pada 2023 menjadi Rp3,59 triliun pada 2024.
Selain merugi, banyak gerai KFC yang tutup. Dalam laporannya, saat ini perusahaan cepat saji ini mengoperasikan 715 gerai restoran hingga 30 September 2024, dari sebelumnya 762 gerai pada 31 Desember 2023. Dengan demikian sepanjang satu tahun, KFC sudah menutup gerai sebanyak 47. Imbas dari banyak gerai yang tutup adalah hilangnya mata pencaharian karyawan yang sudah lama bekerja di KFC..
Perusahaan mengungkapkan Kinerja KFC itu kemungkinan imbas dampak gerakan produk yang dinilai mendukung atau terafiliasi Israel. Selain KFC, merek-merek asal Amerika Serikat lainnya seperti Starbucks, Pizza Hut, dan McDonald's juga jadi sasaran gerakan boikot. Serta turunnya daya beli menjadi penekan kinerja perusahaan serta isu boikot yang dilakukan masyarakat.
Terkait isu boikot, perusahaan secara tegas menyebut bahwa manajemen KFC Indonesia terus mendukung kebijakan pemerintah terkait konflik Timur Tengah. Untuk mengatasi kerugian ini, manajemen FAST menyampaikan bahwa perusahaan sedang mengkaji beberapa langkah korporasi untuk memulihkan keadaan.
(Sumber: Idntimes)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....