Siraman Gong Sekaten di Keraton Kanoman Cirebon
- 04 Sep 2025 15:16 WIB
- Cirebon
Video
KBRN, Cirebon: Di Kasultanan Kanoman Cirebon, perayaan Maulud Nabi Muhammad SAW, yang dikenal dengan sebutan "Muludan" yang puncaknya ditandai dengan tradisi sakral bernama "Panjang Jimat". Tradisi ini telah berlangsung selama ratusan tahun dan merupakan warisan dari para Wali Songo. Beberapa ritual penting dalam perayaan Maulud di Keraton Kanoman meliputi: siraman pusaka, prosesi panjang jimat hingga pembacaan kitab Al-Barzanji.
Sebelum puncak acara panjang jimat, biasanya dilakukan ritual pencucian benda-benda pusaka, termasuk gong pusaka berusia ratusan tahun yang disebut Gong Sekaten. Air bekas pencucian ini sering diperebutkan oleh masyarakat karena dipercaya membawa keberkahan.
Tradisi Pencucian benda pusaka dilakukan di tempat sekitar keraton bernama Langgar Keraton Kasultanan Kanoman Cirebon, pada hari Minggu, 24 Agustus 2025, pagi hari. Juru Bicara Keraton Kanoman Cirebon, Raja Ratu Arimbi Nurtina, menjelaskan secara rinci prosesi pencucian benda pusaka Gong Sekaten yang telah berusia 600 tahun.
Sebelum dibersihkan, Gong Sekaten dikeluarkan terlebih dahulu oleh para Patih dari Bangsal Keraton. Dengan hati-hati, mereka membawanya ke Langgar untuk memulai ritual. Sementara itu, para abdi dalem lainnya telah menyiapkan berbagai alat dan bahan yang akan digunakan untuk prosesi siraman. Gong Sekaten kemudian diletakkan di atas meja khusus yang telah disediakan, siap untuk dibersihkan.Ritual ini Adapun bahan-bahan yang digunakan meliputi: bubuk batu bata, air kelapa yang telah difermentasi selama satu malam, air bunga, asam jawa dan jeruk nipis.
Gabungan bahan-bahan alami ini diyakini mampu membersihkan dan merawat Gong Sekaten tanpa merusak fisiknya. Prosesi ini tidak hanya bertujuan untuk kebersihan fisik, melainkan juga sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya dan leluhur. merupakan bagian tak terpisahkan dari tradisi Maulid Nabi di keraton.
Perayaan Maulud di Keraton Kanoman Cirebon bukan hanya ritual keagamaan, tetapi juga tradisi budaya yang menggambarkan indahnya kesenian, keberkahan, dan persatuan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....