Tradisi “Mebanten” Khas Masyarakat Hindu di Bali
- 05 Agt 2024 13:30 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Keanekaragaman budaya di Indonesia sangatlah bervariatif karena banyaknya suku dan agama. Di setiap daerahnya memiliki tradisi masing-masing yang memiliki ciri khas. Salah satunya pulau Bali yang mempunyai tradisi unik yang beranekaragam. Di Bali mayoritas masyarakatnya menganut agama hindu. Dalam agama hindu ada tradisi yang dinamakan “Mebanten”.
Tradisi Mebanten adalah bentuk wujud bhakti seorang hamba kepada sang Hyang Widhi Wasa dan manifestasinya. Melansir dari pikiran rakyat, Bahkan mebanten adalah salah satu pelaksanaan saat upacara Yadnya dilakukan. Bila banten atau canang dihaturkan sesuai dengan pengider-ideran Panca Dewata yang tepat. Maka canang merupakan segel suci niskala yang memiliki kekuatan kerja-nya sendiri.
Tapi kekuatan-nya akan menjadi lebih aktif jika disertai dengan kekuatan mantra-mantra suci, tirtha atau air suci, dupa dan kekuatan sredaning manah atau kemurnian pikiran. Sehingga turunlah karunia kekuatan suci semua Ista Dewata, yang memberikan kebaikan bagi alam sekitar dan semua mahluk.
Sebelum mulai mebanten/menghaturkan persembahan, sebaiknya diawali dengan menyucikan/memurnikan persembahan (banten/canang). Simak berikut tata caranya.
1. Dalam Sikap, Cakupkan tangan di dahi ucapkan mantra: Om Awignam Astu Namo Siddham Om Siddhirastu Tat Astu Astu Swaha.
2. Ambil sekuntum bunga, apit bunga dengan membentuk mudra amusti-karana/mudra saat trisandya di dada ucapkan dengan mantra: Om Puspa Danta Ya Namah Swaha, Omkara Murcyate Pras Pras Pranamya Ya Namah Swaha.
3. Setelah selesai mengucapkan mantra, bunga kita lempar atau buang ke arah persembahan. Selanjutnya memurnikan sarana persembahan dengan tirtha
4. Siratkan tirtha ke Canang ucapkan mantra, Om Pratama Sudha, Dwitya Sudha, Tritya Sudha, Caturthi Sudha, Pancamini Sudha, Om Sudha Sudha Wariastu, Om Puspham Samarpayami, Om Dupham Samarpayami, Om Toyam Samarpayami, Om Sarwa Baktyam Samarpayami.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....