Apakah Berbahaya Memelihara Hamster?
- 19 Jul 2024 13:10 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Saat ini memelihara hewan seperti hamster, kembali tren bagi kalangan anak muda khususnya. Perlu kita ketahui bersama hewan bernama hamster adalah salah satu jenis hewan pengerat yang menjadi umum dipelihara masyarakat Indonesia. Hamster merupakan jenis hewan yang yang tebilang lucu, relatif mudah dirawat, serta dapat membentuk ikatan tersendiri dengan pemiliknya. Walaupun demikian, sama halnya dengan hewan peliharaan lainnya, memelihara hewan seperti hamster tentu memiliki pula tantangan serta risiko yang akan dihadapi oleh sang pemilik selama merawatnya.
Menurut catatan wikipedia, Hamster adalah binatang sejenis hewan pengerat, terdapat berbagai jenis di dunia dan hampir ada di tiap negara. Hamster termasuk ke dalam subfamili Cricetinae. Subfamili ini terbagi ke dalam sekitar 19 spesies, yang diklasifikasikan ke dalam enam atau tujuh genus. Walaupun tubuhnya kecil, hamster membutuhkan kandang yang luas. Hamster termasuk ke dalam subfamili Cricetinae.Hewan mamalia ini dapat bertahan hidup 2 sampai 3 tahun.
Hamster termasuk hewan omnivora. Makanan mereka biasanya butir padi, tetapi juga termasuk buah segar, akar, bagian hijau tumbuhan, invertebrata dan beberapa binatang kecil lainnya (serangga seperti belalang). Hamster membawa makanan mereka di pipi di mana di dalamnya terdapat kantung untuk dimasukkan ke dalam lubang makanan mereka. Namun, tidak semua makanan cocok untuk hamster. Beberapa makanan, seperti daun beracun dari tomat, bawang putih, sitrus menjadi makanan yang paling berbahaya untuk kesehatan hamster. Terlalu banyak memberikan sayuran pada hamster menyebabkan ekor mereka basah dan menyebabkan mereka mati dalam 24 jam.
Lalu apakah benar memelihara hamster bisa membahayakan pemiliknya? Dilansir dari laman momsmoney.kontan.co.id. Untuk memberikan pemahaman kepada Anda, dilansir dari Pethelpful.com, berikut beberapa risiko yang akan dihadapi ketika memelihara hamster:
· Menggigit
Hamster cenderung melakukan gigitan dibanding hewan pengerat lainnya. Alasan utamanya karena penglihatan mereka buruk dan menjadi cemas terhadap hal-hal yang asing baginya. Maka, untuk bertahan hidup, hamster biasanya akan mengandalkan indera lain seperti penciuman, suara, dan rasa. Saat hamster tak mengenali siapa Anda, mereka mungkin akan menggigit untuk melindungi diri dari ancaman. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui hal-hal tentang cara menangani hamster. Gigitan hamster tak boleh diremehkan, karena bisa sangat menyakitkan dan mengeluarkan banyak darah. Sebagai orang dewasa, Anda mungkin masih bisa mengatasi hal ini, tetapi anak-anak harus sangat diwaspadai. Seorang anak bisa mengalami trauma dan takut setelah insiden digigit hamster.
· Penyakit dan Bakteri yang Dibawa
Hamster cukup rentan terjadap penyakit dan virus. Apalagi jika hamster Anda mewarisi penyakit keturunan. Mereka rentan terhadap gagal jantung kongestif pada usia dini (6 bulan) dan tidak ada obatnya. Merawatnya di dokter hewan pun bisa jadi mahal. Mereka juga bisa membawa bakteri salmonella yang dapat menyebabkan kram perut, diare, dan demam. Selain itu juga virus choriomeningitis limfositik dan hantavirus yang dapat ditularkan kepada manusia.
· Perilaku Nokturnal
Hamster lebih banyak menghabiskan sebagian besar hari dengan meringkuk dan tidur. Namun, pada malam hari, mereka menjadi sangat aktif. Mereka akan berlarian di dalam rodanya, mengais-ngais di dalam kandangnya, dan mungkin akan mengeluarkan suara-suara. Lebih baik, Anda mempertimbangkan untuk menaruh kandang hamster di dalam kamar tidur karena bisa saja mengganggu tidur malam Anda.
· Berumur Pendek
Harus diingat, bahwa hamster tak memiliki harapan hidup yang panjang. Hamster secara umum hanya dapat hidup selama 2 sampai 4 tahun saja. Artinya, bila Anda menginginkan hewan peliharaan yang loyal dan bisa menghabiskan waktu bersama yang lama, hamster bukanlah pilihan yang tepat.
(Sumber: wikipedia, momsmoney.kontan.co.id)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....