Mengenal Jalur Tanjakan Paling Ekstrem di Indonesia

  • 04 Jul 2024 15:30 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Indonesia dikenal dengan sangat luarbiasa oleh publik global, mulai dari agama, sumber dayanya budaya, tradisi, pariwisata, bahasa, suku juga meliputi kontur wilayah serta jalur jalan yang amat sangat beragam. Bicara tentang jalur jalan yang ada di Indonesia, di negara ini memang terdapat banyak jalur jalan yang terbilang cukup hingga sangat ekstrem. Jalur jalan tersebut bahkan ada dikenal paling berbahaya lantaran kerap terjadi kecelakaan lalu lintas.

Banyaknya jalur jalan ekstrem di Indonesia ini, memiliki alur jalan yang berkelok-kelok tajam serta tanjakan yang bikin adrenalin pengemudi naik, ditambah pula dengan turunan dengan tingkat kemiringan yang juga membuat jalur jalannya makin ekstrem. Bagi pengendara kendaraan yang melintasi kawasan jalur ekstrem seperti itu jelas dibutuhkan kendaraan yang prima serta konsentrasi tinggi sopirnya saat melaluinya. Terlebih lagi jika jalan tersebut dilalui oleh pengemudi yang belum berpengalaman tentu berisiko tinggi juga.

Penasarankan? Lalu jalan ekstrem mana saja, yang ada di Indonesia, bahkan jadi viral juga karena medannya yang bisa mengguncang adrenalin pengemudi kendaraan yang melintasinya? Dilansir dari laman moladin.com, inilah deretan jalan ekstrem bahkan ada cerita misterinya juga, yang ada di Indonesia seperti yang juga dirangkum dari berbagai sumber.

1. Tanjakan Cino Mati, Jogjakarta

Tanjakan paling ekstrem pertama di Indonesia bernama “Tanjakan Cino Mati” yang menjadi rute alternatif penghubung wilayah Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunungkidul. Lokasi tepatnya berada Jalan Pleret – Pathuk dan masuk ke dalam wilayah Desa Wonolelo, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul. Tanjakan dengan kemiringan ekstrem ini biasanya dilalui oleh kendaraan dari dan menuju arah kawasan wisata Mangunan. Selain itu, tanjakan Cinomati juga dikenal sebagai salah satu jalur alternatif untuk menghindari kemacetan di macetnya daerah Bukit Bintang, Patuk, Gunungkidul. Jalur Cinomati ini memiliki panjang 1,3 kilometer dengan 42 kelokan. Jalur ini diapit oleh jurang di salah satu sisi dan tebing di sisi lainnya. Kelokan yang paling berbahaya ada di kelok 16 dan 17, dimana terdapat tanjakan Cinomati yang terkenal ekstrim. Tanjakan Cinomati disebut punya kemiringan hingga 45 derajat. Oleh sebab itu, tanjakan Cinomati memiliki kontur menanjak jika ditempuh dari arah Kota Yogyakarta. Sebaliknya, kondisi jalan akan menurun curam jika ditempuh dari arah Gunungkidul.

2. Tanjakan Emen, Jawa Barat

Tanjakan Emen juga menjadi salah satu tanjakan paling ekstrem di Indonesia. Lokasinya berada di perbatasan dari Kabupaten Subang dengan Kabupaten Bandung Barat. Tanjakan Emen memiliki kemiringan rata-rata 11 persen. Artinya, dalam jarak 100 meter perbedaan elevasi berkisar 11 meter atau setara 5-10 derajat. Kondisi menanjak ini terjadi kurang lebih sepanjang 3 kilometer, sering jadi ujian menantang bagi pengemudi, lantaran medanya yang ekstrim meski tidak terlalu panjang. Dengan kemiringan yang curam, hingga 45 derajat, serta jalur yang berkelok-kelok, tanjakan ini membutuhkan keterampilan dan perhatian ekstra saat mengendarai kendaraan. Sudah tidak terhitung barapa banyak nyawa melayang di tanjakan ini. Bahkan di setiap musim mudik kerap memakan korban jiwa. Maka dari itu pastikan kondisi mobil Anda fit saat melewati jalur ini.

3. Kelok Sembilan, Sumatera Barat

Jembatan Layang Kelok Sembilan merupakan jalan yang berada di Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota. Jalan ini menghubungkan Sumbar menuju Riau ataupun sebaliknya yang dikenal dengan tikungannya yang ekstrem dan rawan longsor, terutama pada saat hujan deras. Kelok Sembilan terbagi dalam enam buah jembatan dengan lebar 13,5 meter dan ditopang pilar setinggi sekitar 60 meter di atas permukaan jalan yang ada di bawahnya. Jalan ini bersisian perbukitan yang hijau di kiri dan kanannya dengan tikungan yang tajam.

4. Tanjakan Sitinjau Lauit, Sumatera Barat

Sumatera Barat terkenal dengan medannya yang berbukit-bukit. Salah satu tanjakan ekstremnya bernama Tanjakan Sitinjau lauik yang lokasinya berada di Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatera Barat. Atau tepatnya di ruas jalan di jalan lintas Sumatera rute Padang-Arosuka-Solok.Tanjakan Sitinjau Lauik ini mashur memiliki tikungan tajam di ruas jalan yang menanjak dan cukup curam, dengan jurang yang ada di sisinya. Bahkan tanjakan di tikungan yang berbentuk hampir menyerupai huruf U tersebut memiliki kemiringan hingga 45 derajat. Sehingga meskipun jalur ini termasuk pada jalur nasional dengan badan jalan yang lebarnya mencapai 16 meter, tidak semua kendaraan dapat dengan mudah melewati jalur ini. Banyak pengendara tidak berani melewatinya karena curamnya tanjakan. Meski curam, jalan ini sering dilintasi kendaraan besar dan membawa muatan berat. Tak jarang truk harus mengalami mati mesin karena tidak kuat menanjak. Pengendara di belakangnya harus waspada untuk menghindari kejadian yang tidak dinginkan. Biasanya ada pemuda yang siaga di jalan tersebut yang bertugas mengganjal ban mobil besar yang mogok.

5. Kelok Ampek Puluh Ampek, Sumatera Barat

Masih di Sumatera Barat. Siapa yang tak mengenal Kelok Ampek Puluh Ampek, atau dikenal juga sebagai Kelok 44. Kelok 44 merupakan tanjakan paling berbahaya di Indonesia. Jalan yang terletak antara wilayah Maninjau dan Bukittinggi ini memiliki medan yang sangat curam. Pengemudi harus berhati-hati dan menguasai kendaraannya saat melewati kelokan tajam.

6. Jalur Sibolga-Tarutung, Sumatera Utara

Alur jalan Sibolga-Taruntung juga menjadi salah satu tanjakan paling ekstrem di Indonesia. Bukan tanpa sebab, jalur ini memiliki tanjakan dengan kemiringan curam. Di balik keindahan tersebut jalan lintas Sibolga-Tarutung juga memliki lokasi berbahaya yang rawan kecelakaan serta longsor. Selain itu jalur ini juga memiliki tanjakan dengan kemiringan curam. Diperlukan keterampilan mengemudi yang baik dan kendaraan yang handal untuk melewati jalan ini. Jalur lintas Sibolga-Tarutung di Sumatera Utara menghadirkan pemandangan alam yang memukau. Pengemudi akan melintasi pegunungan yang indah, hutan lebat, lembah hijau, dan sungai yang mengalir deras. Keindahan alam ini membuat perjalanan menjadi lebih menyenangkan dan memukau mata setiap pengunjung. Di balik keindahan tersebut jalan lintas Sibolga-Tarutung juga memliki lokasi berbahaya yang rawan kecelakaan serta longsor.

7. Tanjakan Gombel, Jawa Tengah

Tanjakan paling ekstrem di Indonesia selanjutnya ada tanjakan Gombel, Semarang. Jika Anda melewati tanjakan ini, Anda harus banyak-banyak berdoa karena selain memacu adrenalin, juga mengancam jiwa. Tanjakan ini memiliki jalanan yang berkelok-kelok, dan curam. Selain itu, kawasan ini kerap kali mengalami bencana longsor. Jalan ini sering dikaitkan masyarakat dengan hantu endemik Indonesia yakni wewe gombel. Dalam masyarakat Jawa hantu wewe gombel atau disebut juga kalong wewe merupakan roh jahat yang suka menucuri anak-anak, namun hantu itu tidak akan mencelekainya. Biasanya, wewe gombel memburu anak yang ditelantarkan oleh orang tuaya.

8. Tanjakan Alas Roban, Jawa Tengah

Tanjakan Alas Roban terletak di daerah Batang, Jawa Tengah. Tanjakan ini dikenal sangat berbahaya karena jalur yang berkelok-kelok dan dikelilingi pohon-pohon tinggi dan rimbun. Pada malam hari, jalan tersebut sangat berbahaya, lantaran minimnya penerangan di sepanjang jalan. Tidak mengherankan jika Tanjakan Alas Roban disebut-sebut sebagai ”Jalur Neraka” oleh banyak pengemudi yang melintasinya.

Nah itu dua, beberapa jalur jalan tanjakan yang tercatat sebagai tanjakan paling ekstrem di Indonesia. Apabila Anda hendak melakukan perjalanan di kawasan jalur tersebut, pastikan kalau Anda sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin, mulai kesehatan fisik, konsentrasi serta kondisi kendaraannya. Pastikan bahwa istirahat Anda sudah sangat cukup sebelum melakukan perjalanan agar selalu fokus dan konsentrasi, sehingga perjalanan Anda akan nyaman untuk dilalui.

(Sumber: moladin.com, inilah.com)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....