Air Mata Penuh Makna

  • 12 Jun 2024 11:00 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Air mata tidak hanya merupakan sinyal dari suatu hasrat, tapi juga dapat melambangkan penderitaan, ketakutan, kesedihan, atau kebahagiaan. Di saat menangis kita mengakui bahwa kita merasa tidak sanggup untuk bertahan, dan secara tersirat meminta orang lain untuk membantu kita mendapatkan kembali kekuatan kita sehingga menciptakan tujuan bersama.

Di saat kita menangis, orang lain tidak bisa merespon dengan cara yang sama, karena air mata dimaksudkan untuk mengungkapkan sesuatu yang tidak bisa diucapkan dengan kata-kata. Sebaliknya, orang-orang yang depresi secara klinis justru tidak pernah menangis.

Menangis dapat merupakan dorongan sosial yang sehat, dan hampir semua orang setuju, menangis dapat membuat perasaan kita menjadi lebih baik. Tapi, tetap saja menangis tidak selalu dianggap tepat. Misalnya, menangis di tempat kerja, dapat menimbulkan suasana tidak enak atau menimbulkan rasa malu, dan membuat kita tampak tidak berdaya atau manipulatif.

Menangis memang mempunyai tujuan lain juga. Nenek moyang kita menggunakannya untuk apa saja. Mulai dari ritual agama, sampai pengalaman estetik. Kini, tangisan juga dipandang sebagai sistem pendinginan, untuk saraf yang terlalu panas. Selain itu, air mata juga dipandang sebagai ekspresi perasaan yang dalam.

Kita sering juga menggunakan tangisan, untuk mengungkapkan kebutuhan-kebutuhan kita. Meskipun kita menangis sendiri, kita membayangkan adanya orang lain atau orang banyak. Jika kita tahu apa yang ingin kita katakan kepada mereka, kita bisa memenuhi kebutuhan kita dengan lebih baik dan mengeringkan air mata kita.

Kabarnya, perempuan menangis sekitar 5 kali lebih sering dan 50% lebih lama dibanding pria. Penyebabnya, sebagian bersifat hormonal.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....