Mengenal Apa dan Mengapa Perilaku Vandalisme Dilakukan
- 18 Jan 2024 08:00 WIB
- Cirebon
KBRN,
Cirebon: Mungkin kita pernah merasa kecewa dan miris Ketika melihat fasilitas
umum tiba tiba tiba rusak atau tampak coretan-coretan akibat perilaku
Vandalisme. Vandalisme adalah perilaku tidak terpuji yang dapat merugikan
masyarakat dan negara. Sayangnya, masih banyak aksi vandalisme yang dilakukan
oleh Sebagian Masyarakat tidak terkecuali oleh para remaja.
Pemerintah
sebenarnya telah berupaya untuk mencegah terjadinya vandalisme. Namun,
vandalisme terus terjadi dan sulit dihentikan karena kesadaran masyarakat akan
bahaya dari vandalisme masih rendah.
Lalu, apa sih yang dimaksud Vandalisme? Apa penyebab Vandalisme?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), vandalisme adalah perbuatan merusak dan menghancurkan hasil karya seni dan barang berharga lain (keindahan alam dan sebagainya). Selain itu, vandalisme juga bisa diartikan sebagai perusakan dan penghancuran secara kasar dan ganas.
Vandalisme adalah tindakan merusak atau menghancurkan properti orang lain secara sengaja. Biasanya, tindakan vandalisme dilakukan dengan tujuan untuk menciptakan kerusakan atau merusak properti milik orang lain. Namun, terkadang tindakan vandalisme juga dilakukan sebagai bentuk protes atau ekspresi diri yang salah arah, dan pelakunya merasa apa yang dilakukannya adalah wajar.
Sebenarnya, alasan mengapa seseorang melakukan vandalisme bisa beragam dan kompleks. Namun, ada sejumlah faktor yang dapat mempengaruhi seseorang untuk melakukan vandalisme, yakni :
1. Merasa Bosan Hidup
Penyebab vandalisme yang pertama karena mulai
bosan hidup. Seseorang yang merasa bosan dan tidak memiliki kegiatan yang
bermanfaat dapat melakukan vandalisme sebagai bentuk hiburan atau kegiatan yang
mengisi waktu luang.
2. Pengaruh Lingkungan Sosial
Faktor selanjutnya karena dipengaruhi oleh
lingkungan sosial. Seseorang yang tumbuh dalam lingkungan sosial yang kurang
baik, misalnya teman-teman yang melakukan tindakan vandalisme, dapat
terpengaruh untuk melakukan hal yang sama.
3. Punya Masalah Kejiwaan
Beberapa orang yang memiliki masalah kejiwaan,
seperti gangguan perilaku atau masalah kesehatan mental lainnya, dapat
melakukan vandalisme sebagai cara untuk meredakan tekanan atau ketidaknyamanan
yang mereka rasakan.
4. Merasa Tidak Puas
Seseorang yang merasa tidak puas atas suatu hal
biasanya akan meluapkan kekesalannya dengan melakukan vandalisme. Misalnya,
seseorang merasa tidak adil atau frustrasi dengan kehidupan, akhirnya ia
melampiaskannya dengan melakukan tindakan vandalisme.
5. Kondisi Lingkungan
Faktor selanjutnya karena lingkungan sekitar
yang tidak mendukung, seperti tempat yang kotor, berantakan, atau rusak. Hal
ini dapat memicu seseorang untuk melakukan vandalisme karena merasa lingkungan
sekitar tidak dihargai.
6. Berusaha Mencari Perhatian
Sejumlah orang dapat melakukan vandalisme
sebagai cara untuk menarik perhatian. Selain itu, aksi vandalisme dilakukan
sebagai cara untuk menunjukkan kalau dirinya lebih kuat atau lebih penting
daripada orang lain.
7. Tuntutan Kelompok
Penyebab yang terakhir karena tuntutan kelompok.
Seseorang dapat merasa terpaksa melakukan vandalisme jika diperintahkan atau
diminta oleh ketua kelompok atau teman-teman di dalam geng mereka.
Nah, itulah penjelasan mengenai apa dan mengapa Vandalisme dilakukan.
(Sumber: Detik.com / Nono)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....