Titik Awal Peradaban Islam, Mengenang Hijrah Rasulullah

  • 18 Jul 2023 19:00 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Kuningan: Bulan Muharram telah tiba, bulan yang memiliki makna penting bagi umat Islam sebagai bulan Hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Pada bulan ini, umat Islam di seluruh dunia merayakan tahun baru Hijriah dengan semangat perubahan yang tinggi. Pergantian tahun ini merupakan kesempatan bagi umat Islam untuk melakukan introspeksi diri dan memperbaiki kehidupan mereka, baik secara individu maupun dalam masyarakat.

Asep Kamaludien, seorang aktivis Pemuda Muhammadiyah Kuningan, menjelaskan bahwa Hijrah Rasulullah dari Makkah ke Madinah terjadi pada malam tanggal 27 Shafar, dan sampai di Madinah pada tanggal 12 Rabiul awal. Peristiwa ini menjadi titik awal mula perhitungan kalender Hijriyah yang digunakan oleh umat Islam hingga saat ini. Kota Yastrib juga berganti nama menjadi Al-Madinah, yang berarti "kota" atau lebih dikenal dengan sebutan "kota Rasulullah". Peristiwa Hijrah ini menjadi tonggak penting dalam sejarah peradaban umat Islam.

"Hijrah akan selalu membuat perubahan, menjadi usaha dan semangat besar yang ingin merubah masyarakat yang beku menjadi manusia yang maju dan modern, sempurna dan bersemangat," kata Asep Kamaludien.

Momen pergantian tahun baru Hijriah juga dianggap sebagai kesempatan untuk melakukan perubahan dan pembenahan diri. Asep Kamaludien menyoroti tiga pesan perubahan yang penting dalam menyambut tahun baru Hijriah.

Pertama, hindari kebiasaan-kebiasaan lama yang tidak bermanfaat di tahun sebelumnya untuk tidak diulangi lagi di tahun baru ini. Kedua, lakukan amalan-amalan kecil secara istiqamah yang memiliki nilai pahala luar biasa di mata Allah SWT, seperti melaksanakan shalat dhuha, shalat tahajjud, bersedekah, dan memperkuat silaturahmi. Ketiga, usahakan dengan niat yang ikhlas karena Allah agar tahun baru ini jauh lebih baik dari tahun sebelumnya dan membawa banyak manfaat bagi keluarga maupun masyarakat Muslim lainnya.

Dalam konteks perkembangan Islam, peristiwa Hijrah juga memainkan peran penting. Dakwah Nabi Muhammad SAW di Makkah pada saat itu banyak menghadapi rintangan, penolakan, dan ancaman dari kaum musyrikin dan kafir Quraisy.

Oleh karena itu, Allah memerintahkan Rasulullah untuk hijrah. Setelah Hijrah, Rasulullah dan para sahabat Muhajirin diterima dengan hangat oleh kaum Anshar di Madinah, dan agama Islam pun berkembang dengan pesat dalam waktu yang relatif singkat.

"Di Madinah, Nabi dan para sahabat Muhajirin mendapat sambutan hangat oleh kaum Anshar (penduduk asli Madinah). Agama Islam pun mengalami perkembangan amat pesat," ungkap Asep Kamaludien.

Menurut Asep Kamaludien, peristiwa Hijrah juga menjadi awal mula terbentuknya masyarakat Muslim yang ideal yang patut ditiru. Masyarakat Muslim di Madinah yang dibangun oleh Rasulullah adalah contoh masyarakat yang penuh kasih sayang, saling bahu-membahu, dan mengutamakan kepentingan umum. Oleh karena itu, Khalifah Umar bin Khattab memilih peristiwa Hijrah sebagai titik awal perhitungan tahun baru Islam, yang dikenal dengan tahun baru Hijriah.

Dalam menyambut tahun baru Hijriah ini, umat Islam diminta untuk melakukan hijrah dalam arti spiritual dan intelektual. Hijrah dari kekufuran menuju keimanan, dari kebodohan menuju peningkatan ilmu pengetahuan, dan dari kemiskinan menuju kecukupan secara ekonomi. Semangat hijrah ini merupakan tugas suci bagi umat Islam, baik secara individu maupun kolektif, dalam menegakkan keadilan, kebenaran, dan kesejahteraan umat.

Asep Kamaludien menegaskan bahwa kemajuan dan keberlanjutan Islam di dunia ini sangat tergantung pada semangat hijrah yang ada dalam diri umat Islam untuk terus menyebarkan ajaran Islam ke seluruh penjuru dunia.

"Dalam memasuki tahun baru Hijriah ini, semangat hijrah Rasulullah diharapkan tetap mengilhami jiwa umat Islam untuk mencapai keadaan yang lebih baik dalam segala aspek kehidupan. Semoga umat Islam diakui sebagai umat yang terbaik dalam agama, kepribadian, moral, tingkat intelektualitas, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan konteks tempat dan zaman," tutup Ustadz Asep.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....