Quiet Luxury, Kemewahan yang Tak Banyak Bicara

  • 06 Okt 2026 09:02 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Kemewahan selama ini sering dikaitkan dengan logo besar dan barang yang mudah dikenali. Namun, dunia mode kemudian memperkenalkan istilah quiet luxury.

Konsep ini menggambarkan gaya yang menampilkan kesan mewah secara lebih sederhana. Fokusnya lebih banyak pada kualitas bahan, potongan, warna, detail, dan desain yang tidak terlalu mencolok.

Menurut WTAE, yang mengutip definisi Forbes, quiet luxury berkaitan dengan pergeseran menuju pengalaman yang lebih eksklusif dan personal dengan branding yang lebih sedikit terlihat.

Dalam praktiknya, gaya ini sering menggunakan warna netral. Kemeja polos, blazer sederhana, celana berpotongan rapi, dan aksesori tanpa logo besar menjadi contoh yang sering dikaitkan dengan estetika tersebut.

Tren ini kemudian berkembang luas di media sosial. Istilah quiet luxury bahkan tidak hanya digunakan untuk pakaian, tetapi juga dekorasi rumah, perjalanan, restoran, hingga gaya hidup.

Namun, ada perbedaan antara konsep dan tren media sosial. Ketika sebuah estetika menjadi viral, produk yang sebenarnya tidak berkaitan dengan kemewahan pun dapat diberi label quiet luxury.

Dilansir dari Vogue mencatat bahwa quiet luxury berkembang pesat sebagai estetika yang mengutamakan kualitas dan gaya sederhana. Namun, popularitasnya kemudian membuat istilah tersebut digunakan secara sangat luas.

Menariknya, konsep ini juga memperlihatkan perubahan cara status sosial ditampilkan. Logo yang mencolok tidak selalu menjadi satu-satunya cara menunjukkan kelas atau selera.

Meski begitu, quiet luxury tetap membutuhkan kemampuan membedakan kebutuhan dengan simbol status. Membeli barang mahal dengan logo kecil tetap merupakan konsumsi mewah.

Karena itu, istilah ini tidak harus dipahami sebagai ajakan membeli produk tertentu. Quiet luxury lebih menarik dilihat sebagai fenomena budaya mengenai bagaimana masyarakat mendefinisikan kemewahan.

Pada akhirnya, gaya sederhana tidak otomatis berarti murah. Begitu pula barang mahal tidak otomatis menunjukkan kualitas terbaik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....