Ahli Jelaskan Klaim Grounding untuk Kekebalan Tubuh

  • 11 Sep 2026 18:05 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Aktivitas berjalan tanpa alas kaki yang dikenal dengan istilah grounding atau earthing belakangan ramai dibahas di media sosial. Namun, praktik tersebut hingga kini belum memiliki cukup bukti ilmiah untuk disebut mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh maupun mencegah infeksi virus.

Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, dr. Widya Eka Nugraha, MSiMed, mengatakan klaim mengenai manfaat grounding perlu disikapi secara bijak. Menurutnya, setiap manfaat kesehatan sebaiknya dinilai berdasarkan bukti ilmiah serta prinsip-prinsip biomedis yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Grounding memang dapat mengubah potensial listrik tubuh ketika kulit bersentuhan langsung dengan permukaan bumi yang konduktif. Namun, fenomena fisika tersebut tidak serta-merta berarti terjadi peningkatan kekebalan tubuh terhadap virus,” ujar dr Widya sebagaimana dilansir website resmi IPB University Rabu, 9 September 2026.

Sejumlah penelitian awal menemukan kemungkinan kaitan grounding dengan stres oksidatif, inflamasi, nyeri, kualitas tidur, dan sistem saraf otonom. Namun, bukti tersebut masih terbatas karena penelitian umumnya berskala kecil dan hasilnya belum konsisten.

Adapun manfaat yang dirasakan saat melakukan grounding belum tentu berasal dari kontak langsung dengan tanah, tetapi bisa dipengaruhi aktivitas berjalan, paparan cahaya alami, udara terbuka, suasana alam, relaksasi, hingga efek plasebo.

Karena itu, manfaat tersebut belum dapat langsung dikaitkan dengan peningkatan kekebalan tubuh. Sementara itu, dalam menghadapi virus, tubuh memiliki mekanisme pertahanan yang kompleks. Menurut dr. Widya, sistem imun bawaan akan mengenali virus dan memicu produksi interferon serta sitokin untuk membantu menghambat replikasi virus.

Grounding tetap boleh dilakukan sebagai aktivitas rekreasi dan relaksasi selama aman, tetapi bukan pengganti intervensi medis. Pencegahan infeksi tetap perlu mengandalkan vaksinasi, ventilasi yang baik, kebersihan tangan, etika batuk, masker saat berisiko, serta pemeriksaan dan terapi yang sesuai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....