Taktik Manipulasi yang Wajib Kita Kenali

  • 10 Sep 2026 09:57 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Kadang kita merasa capek sendiri, overthinking sendiri, bahkan merasa bersalah tanpa tahu salahnya di mana. Bisa jadi, kita sedang berada dalam situasi manipulatif. Manipulasi itu halus. Tidak selalu dengan teriakan, kadang justru dengan kata-kata manis dan wajah penuh empati, seperti dilansir dari habittohabit.

Gaslighting. Kita dibuat ragu sama ingatan dan perasaan kita sendiri. Kalimat seperti, “Kita terlalu lebay” atau “Itu cuma perasaan kita saja” bikin kita mempertanyakan realita. Lama-lama kita jadi tidak percaya diri dan selalu merasa salah.

Playing Victim. Dia salah, tapi kita yang merasa bersalah. Setiap konflik diputar seolah dia korban dan kita pelaku. Akhirnya kita minta maaf hanya untuk menghindari drama.

Silent Treatment. Tiba-tiba didiamkan tanpa penjelasan. Kita dibuat cemas, overthinking, dan takut kehilangan. Padahal diamnya dipakai sebagai alat kontrol.

Love Bombing. Di awal, kita dibanjiri perhatian, pujian, dan janji besar. Semua terasa terlalu indah dan cepat. Setelah kita terikat secara emosional, sikapnya berubah drastis.

Guilt Tripping. Kita dibuat merasa bersalah karena ingin punya batasan. Kalimat seperti, “Aku sudah berkorban banyak buat kita” jadi senjata. Akhirnya kita mengorbankan diri sendiri demi menyenangkan orang lain.

Manipulasi bikin pikiran lelah. Kita jadi mudah cemas, takut salah, dan kehilangan arah. Kalau kita sering merasa overthinking tanpa sebab yang jelas, mungkin kita sedang terjebak dalam pola seperti ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....