Haruskah Menjemur Baju di Terik Matahari atau Hanya Sekadar Diangin-anginkan

  • 31 Agt 2026 23:56 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID,Cirebon - Menjemur pakaian setelah dicuci merupakan bagian penting untuk memastikan pakaian benar-benar kering sebelum digunakan atau disimpan. Pertanyaannya, apakah pakaian harus selalu dijemur di bawah terik matahari, atau cukup diangin-anginkan saja? Jawabannya, tidak selalu harus terkena sinar matahari langsung. Faktor yang paling penting adalah pakaian dapat mengering secara menyeluruh dalam waktu yang tidak terlalu lama. Udara yang bergerak membantu menguapkan air dari kain, sementara sinar ultraviolet (UV) matahari juga dapat memberikan manfaat tambahan terhadap mikroorganisme pada pakaian.

Sinar matahari sering dianggap lebih baik karena selain panas yang membantu mempercepat penguapan air, paparan sinar matahari mengandung radiasi UV yang dalam kondisi tertentu dapat membantu mengurangi keberadaan sejumlah mikroorganisme pada kain. Kajian ilmiah mengenai kebersihan laundry menyebutkan bahwa pengeringan di luar ruangan dapat membantu mengurangi mikroorganisme melalui paparan sinar UV. Namun, manfaat tersebut bukan berarti pakaian harus selalu dijemur di bawah matahari yang sangat terik, karena jenis bahan dan warna pakaian juga perlu diperhatikan.

Pengeringan dengan udara tetap dapat menjadi pilihan selama sirkulasi udara cukup baik dan pakaian tidak dibiarkan lembap terlalu lama. Penelitian terbaru mengenai pengeringan laundry menunjukkan bahwa pengeringan pada suhu lingkungan juga dapat membantu menurunkan jumlah mikroorganisme pada kain. Artinya, sinar matahari bukan satu-satunya faktor yang membuat pakaian menjadi kering dan lebih higienis; pengurangan kelembapan pada kain juga berperan penting.

Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat atau EPA menjelaskan bahwa kelembapan berlebih dapat mendorong pertumbuhan jamur, sementara paparan jamur di dalam ruangan dapat berkaitan dengan reaksi alergi, gangguan pernapasan, dan memperburuk asma pada sebagian orang.

Ketika cuaca memungkinkan, menjemur pakaian di luar ruangan menjadi pilihan yang baik karena kombinasi antara sirkulasi udara dan sinar matahari dapat mempercepat proses pengeringan. Sebaliknya, ketika hujan, udara sangat lembap atau tidak tersedia tempat terbuka, pakaian dapat dikeringkan di dalam ruangan dengan syarat tersedia ventilasi yang baik. EPA menyarankan pengendalian kelembapan melalui peningkatan ventilasi dan penggunaan alat seperti kipas atau dehumidifier bila diperlukan.

Agar pakaian tidak mudah bau atau lembap setelah dicuci, pakaian sebaiknya segera dijemur dan tidak dibiarkan terlalu lama dalam kondisi basah di mesin cuci. Jika harus mengeringkannya di dalam rumah, beri jarak antar pakaian agar udara dapat bergerak di antara kain, buka jendela atau gunakan kipas untuk membantu sirkulasi. Hindari menjemur pakaian basah di kamar tidur atau ruangan tertutup tanpa ventilasi karena kelembapan yang meningkat dapat menjadi masalah bagi kondisi udara di dalam rumah.

Menjemur pakaian tidak harus selalu di bawah terik matahari, tetapi pakaian perlu dipastikan benar-benar kering sebelum disimpan. Matahari memberikan keuntungan tambahan melalui panas dan paparan UV, sedangkan pengeringan dengan udara juga dapat dilakukan apabila sirkulasinya baik dan kelembapan dapat dikendalikan. Yang perlu dihindari adalah pakaian tetap lembap dalam waktu lama, terlebih jika dikeringkan di ruangan tertutup. Jadi, ketika matahari bersinar, manfaatkan untuk mempercepat pengeringan; tetapi ketika cuaca tidak mendukung, angin dan ventilasi yang baik tetap dapat menjadi solusi.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....