Mahasiswa Diminta Bijak Atur Prioritas agar Kuliah & Kerja Tetap Seimbang
- 31 Agt 2026 14:40 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Mahasiswa yang menjalani kuliah sambil bekerja perlu memiliki kemampuan mengatur waktu dan menentukan prioritas agar aktivitas akademik, pekerjaan, maupun kehidupan pribadi tetap berjalan seimbang. Staf Akademik Politeknik LP3I Cirebon, Kania Maharani, mengatakan keseimbangan kuliah, kerja, dan kehidupan pribadi dapat dicapai dengan membagi waktu secara proporsional.
Menurutnya, mahasiswa perlu memastikan tidak ada satu aspek yang dikorbankan demi kepentingan lainnya. “Mungkin cara kita bagi waktunya, Kerja, kuliah, sama kehidupan. Maksudnya semua tuh harus balance. Jadi enggak mengorbankan salah satu dari tiga hal tersebut,” katanya.
Konsultan Pendidikan Politeknik LP3I Cirebon, Fiqri Sallim, menambahkan mahasiswa juga perlu mengenali kemampuan diri dan menentukan prioritas dalam menjalankan berbagai aktivitas. Menurutnya mahasiswa tidak harus menyelesaikan seluruh pekerjaan dalam waktu bersamaan.
Konsistensi menyelesaikan tugas satu per satu dinilai lebih penting agar tekanan tidak semakin besar. “Biasanya solusinya ngyakinin diri kita kalau bahwa enggak semuanya itu emang bisa dikejar dalam satu waktu. Yang penting itu kan kita harus konsisten menyelesaikannya satu persatu,” ujarnya.
Kania menilai benturan jadwal menjadi salah satu pemicu mahasiswa mengalami kelelahan atau burnout. Kondisi tersebut dapat terjadi ketika jadwal kuliah, ujian, pekerjaan, maupun rapat berlangsung dalam waktu yang berdekatan.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak mengambil terlalu banyak pekerjaan hanya karena mengikuti pencapaian teman atau tren di media sosial. Kesempatan kerja sebaiknya dipilih berdasarkan kapasitas, tujuan, dan kemampuan untuk menjalaninya.
| Baca juga: Hal yang Bisa Membuat Hidup Kita Tenang |
“Kalau ada pekerjaan yang emang sekiranya itu bisa menambah pengalaman terus juga enggak mengganggu waktu kuliah kita, itu jadi kesempatan yang bagus. Mungkin bisa jadi kayak freelance ataupun part tapi jangan sampai kita mengambil semua kesempatan yang ada cuma karena kita takut ketinggalan,” ujarnya.
Selain mengatur jadwal, mahasiswa juga dinilai perlu memiliki keberanian untuk mengatakan tidak terhadap pekerjaan atau aktivitas tambahan yang tidak sesuai dengan kapasitasnya. Langkah tersebut penting agar jadwal yang sudah disusun tidak berantakan.
Kania mengatakan kemampuan menolak pekerjaan tambahan diperlukan, terutama jika tugas tersebut datang secara mendadak dan berpotensi mengganggu agenda yang sudah dibuat.
| Baca juga: Tips Mudik Hemat tanpa Menguras Tabungan |
Sementara itu, waktu istirahat juga dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas mahasiswa. ia menilai mahasiswa tidak perlu merasa bersalah ketika menggunakan waktu tertentu untuk beristirahat setelah menjalani berbagai aktivitas.
Menurut Fiqri, istirahat sejenak dapat membantu mahasiswa memulihkan fokus ketika menghadapi tuntutan pekerjaan maupun akademik. Dengan demikian, mahasiswa dapat menjaga konsistensi dan menghindari kelelahan berlebihan.
“Enggak ada salahnya kalau kita emang harus istirahat sejenak gitu. Menjaga kita tetap fokus di perkuliahan tetap fokus di pekerjaan juga tetap mungkin bisa stabil,” katanya.
Fiqri menegaskan, mahasiswa tidak perlu membandingkan perjalanan dirinya dengan pencapaian orang lain di media sosial. Menurutnya, setiap orang memiliki proses dan waktu yang berbeda dalam mencapai keberhasilan.
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan bukan perlombaan tentang siapa yang paling cepat mencapai kesuksesan. Konsistensi menjalani proses menjadi hal yang lebih penting dalam perjalanan mahasiswa.
“Selalu ingat ini kalau emang teman-teman kalian yang sudah ee lebih sukses dari kalian, kalian harus ingat kalau hidup ini bukan perlombaan. Ee sukses itu bukan tentang siapa yang paling cepat meraih itu, tapi yang siapa yang dapat konsisten,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....