Jangan Tergiur Diskon, Cek Dulu Ini
- 30 Agt 2026 14:44 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Diskon sering terasa seperti kesempatan untuk menghemat uang. Label “50 persen”, “buy one get one”, atau potongan harga dengan batas waktu tertentu dapat membuat sebuah produk terlihat jauh lebih menarik. Namun, harga yang lebih rendah tidak otomatis berarti pengeluaran menjadi lebih hemat. Penghematan baru terjadi jika barang yang dibeli memang dibutuhkan dan tidak membuat total belanja justru bertambah.
Salah satu masalahnya adalah diskon dapat memengaruhi cara kita menilai sebuah produk. Harga awal yang tinggi lalu dicoret dan diganti dengan harga promo membuat pembeli lebih mudah melihat selisihnya sebagai uang yang berhasil dihemat. Padahal, jika barang tersebut sebenarnya tidak masuk dalam rencana belanja, uang yang dikeluarkan tetap merupakan pengeluaran tambahan.
Penelitian tentang price promotions menunjukkan bahwa promosi harga dapat meningkatkan minat membeli dan mendorong konsumen melakukan pembelian yang sebelumnya tidak direncanakan. Riset yang diterbitkan dalam Journal of Marketing Research juga menunjukkan bahwa promosi dapat memengaruhi keputusan konsumen melalui persepsi terhadap nilai dan penghematan. Artinya, kata diskon bukan hanya mengubah harga, tetapi juga dapat mengubah cara konsumen memandang sebuah kesempatan membeli.
| Baca juga: Tips Menitipkan Hewan Peliharaan saat Mudik |
Efek tersebut semakin kuat ketika promo menggunakan batas waktu seperti hanya hari ini atau stok terbatas. Rasa takut kehilangan kesempatan atau fear of missing out dapat membuat seseorang merasa harus segera mengambil keputusan. Padahal, keputusan finansial yang dibuat terburu-buru berisiko mengabaikan pertanyaan sederhana yaitu apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan?
Masalah lainnya muncul dari strategi bundling. Promo seperti beli tiga lebih murah memang dapat menurunkan harga per barang, tetapi belum tentu menurunkan total pengeluaran. Jika awalnya hanya membutuhkan satu produk lalu membeli tiga karena promo, jumlah uang yang keluar justru lebih besar. Diskon per unit tidak sama dengan penghematan total.
Hal serupa bisa terjadi pada promo gratis ongkos kirim atau voucher. Konsumen mungkin menambahkan barang lain ke keranjang agar memenuhi minimum transaksi. Jika tambahan barang tersebut tidak dibutuhkan, biaya yang seharusnya tidak ada akhirnya muncul. Dalam situasi seperti ini, promo yang terlihat menghemat biaya pengiriman justru dapat meningkatkan nilai belanja.
Cara sederhana untuk mengetahui apakah diskon benar-benar hemat adalah membandingkan harga setelah diskon dengan kebutuhan, bukan hanya dengan harga sebelum diskon. Sebelum membeli, tanyakan apakah saya memang membutuhkan barang ini? Apakah saya sudah berencana membelinya? Apakah barang ini akan segera digunakan? Jika jawabannya tidak, potongan harga mungkin bukan alasan yang cukup untuk membelinya.
Membuat daftar belanja juga dapat membantu. Tetapkan anggaran sebelum membuka aplikasi belanja atau pergi ke pusat perbelanjaan. Setelah itu, masukkan barang promo hanya jika memang sesuai kebutuhan. Untuk barang yang tidak mendesak, memberikan jeda beberapa jam atau satu hari sebelum membeli dapat membantu mengurangi keputusan impulsif.
Perlu diperhatikan pula bahwa diskon tidak selalu berarti harga termurah. Harga setelah potongan sebaiknya dibandingkan dengan harga produk serupa di tempat lain. Konsumen juga perlu melihat syarat promo, biaya tambahan, ukuran produk, masa berlaku, serta kualitas barang. Harga murah tetapi produknya tidak sesuai kebutuhan bukanlah penghematan.
Belanja dengan diskon sebenarnya bisa menjadi strategi yang menguntungkan jika dilakukan secara terencana. Membeli kebutuhan yang memang sudah masuk daftar belanja ketika harganya turun dapat membantu mengurangi pengeluaran. Sebaliknya, membeli sesuatu hanya karena takut kehilangan promo dapat membuat anggaran lebih cepat habis.
Jadi, pertanyaan yang lebih tepat bukan “berapa besar diskonnya?”, melainkan “berapa banyak uang yang benar-benar saya keluarkan untuk sesuatu yang memang saya butuhkan?” Jika jawabannya sesuai dengan kebutuhan dan anggaran, diskon bisa menjadi peluang hemat. Jika tidak, potongan harga hanya membuat pengeluaran terasa lebih menyenangkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....