Psikologi di Balik Sulit Membuang Barang Lama

  • 30 Agt 2026 14:10 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Merapikan rumah terkadang bukan sekadar persoalan memilah barang yang masih digunakan dan yang sudah tidak terpakai. Ada benda-benda lama yang sebenarnya jarang disentuh, tetapi tetap sulit dibuang. Tiket perjalanan, pakaian lama, hadiah, surat, atau barang yang menyimpan kenangan bisa membuat seseorang berhenti sejenak sebelum memasukkannya ke tempat sampah.

Salah satu alasan utamanya adalah keterikatan emosional. Sebuah benda dapat memiliki nilai yang jauh lebih besar daripada fungsi praktisnya karena mengingatkan seseorang pada orang, tempat, atau periode tertentu dalam hidup. Ketika benda tersebut dibuang, seseorang bisa merasa seperti sedang kehilangan bagian dari pengalaman yang terkait dengannya.

Dalam psikologi, fenomena ini berkaitan dengan endowment effect, yaitu kecenderungan seseorang memberikan nilai lebih tinggi kepada sesuatu setelah merasa benda tersebut menjadi miliknya. Penelitian klasik mengenai konsep ini menunjukkan bahwa kepemilikan dapat memengaruhi penilaian seseorang terhadap nilai sebuah benda. Dengan kata lain, barang yang sudah lama kita miliki bisa terasa lebih berharga dibandingkan jika kita melihat barang yang sama sebagai milik orang lain.

Barang juga dapat menjadi bagian dari identitas diri. Pakaian dari masa tertentu, koleksi buku, perlengkapan hobi, atau benda yang berkaitan dengan pekerjaan lama dapat mengingatkan seseorang tentang siapa dirinya pada suatu fase kehidupan. Karena itu, membuang barang tersebut terkadang terasa seperti melepaskan bagian dari identitas atau masa lalu.

Alasan lain adalah ketakutan akan penyesalan. Pikiran seperti “bagaimana kalau nanti membutuhkan ini?” membuat seseorang memilih menyimpan barang meskipun selama bertahun-tahun tidak pernah menggunakannya. Ketidakpastian tersebut membuat membuang terasa lebih berisiko daripada menyimpan, terutama jika barang masih terlihat memiliki kemungkinan untuk digunakan suatu hari nanti.

Ada pula perbedaan antara nilai sentimental dan nilai praktis. Sebuah benda mungkin tidak lagi berguna secara fungsi, tetapi tetap memiliki nilai emosional. Tidak semua barang sentimental harus dibuang. Yang perlu dipertimbangkan adalah apakah jumlah barang tersebut masih sesuai dengan ruang, kebutuhan, dan kehidupan saat ini.

Salah satu cara untuk mulai memilah adalah tidak langsung bertanya “Apakah saya harus membuangnya?” Pertanyaan tersebut bisa terasa terlalu final. Cobalah bertanya, “Kapan terakhir kali saya menggunakan barang ini?”, “Apakah saya masih membutuhkan fungsinya?”, atau “Apakah saya menyimpan benda ini karena benar-benar menginginkannya atau karena takut menyesal?”

Untuk barang yang memiliki nilai kenangan, pilihan lain adalah mendokumentasikannya. Foto dapat menjadi cara untuk menyimpan kenangan tanpa harus mempertahankan semua benda secara fisik. Beberapa benda juga bisa diberikan kepada orang lain yang benar-benar membutuhkan atau dimanfaatkan kembali sehingga memiliki fungsi baru.

Proses merapikan juga tidak harus dilakukan sekaligus. Memulai dari satu laci, satu rak, atau satu kategori barang dapat terasa lebih ringan daripada mencoba membersihkan seluruh rumah dalam satu hari. Beri waktu untuk memutuskan barang yang memang sulit dilepaskan dan hindari memaksakan diri membuang benda sentimental ketika emosi sedang tinggi.

Namun, jika seseorang merasa sangat tertekan ketika harus membuang barang, rumah mulai sulit digunakan karena terlalu banyak benda, atau kebiasaan menyimpan terus mengganggu kehidupan sehari-hari, situasinya mungkin lebih dari sekadar sulit beres-beres. Dalam kondisi seperti itu, berkonsultasi dengan profesional kesehatan mental dapat membantu memahami hubungan emosional dengan barang dan menemukan cara yang lebih aman untuk mengelolanya.

Membuang barang lama bukan berarti menghapus kenangan. Kenangan berada dalam pengalaman dan ingatan, bukan semata-mata pada benda yang disimpan. Memilih barang mana yang ingin dipertahankan dapat menjadi cara untuk membuat ruang fisik lebih sesuai dengan kehidupan saat ini, tanpa harus menganggap semua bagian dari masa lalu harus ditinggalkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....