Kenapa Gen Z Sering Pakai Slang English ? Mengenal Bahasa Gaul di Era Digital

  • 12 Agt 2026 16:14 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID Cirebon - Media sosial membuat bahasa Inggris makin sering dipakai Gen Z. Kata seperti lowkey, slay, no cap, dan rizz muncul di TikTok, Instagram, dan percakapan sehari-hari.

Slang adalah bahasa gaul non-formal yang berkembang di internet. Artinya sering berbeda dari makna asli, tapi membuat komunikasi lebih santai dan ekspresif.

Contoh Slang Populer

  • Lowkey: diam-diam / agak

    I lowkey like this song → Aku sebenarnya suka lagu ini

  • Highkey: sangat / terang-terangan

    I highkey want to go there → Aku benar-benar ingin ke sana

  • No cap: jujur / serius

    No cap, this is good → Serius, ini enak

  • Cap: bohong

    That’s cap → Itu bohong

  • Slay: keren banget

    You slay! → Kamu keren!

  • Bet: oke / setuju

    Bet! → Oke!

  • Sus: mencurigakan

    He looks sus → Dia mencurigakan

  • Rizz: daya tarik

    He has rizz → Dia punya pesona

  • Ghosting: tiba-tiba menghilang dari komunikasi

    She ghosted me → Dia menghilang

  • Vibe: suasana

    Nice vibe → Suasananya enak

  • Cringe: canggung / memalukan

    That’s cringe → Itu memalukan

  • Flex: pamer

    He’s flexing → Dia pamer

  • IYKYK: kalau tahu, tahu

    IYKYK → Hanya yang paham yang mengerti

Kenapa Populer?

Slang menyebar lewat TikTok, musik, dan budaya internet. Selain singkat, slang membuat percakapan lebih santai dan ekspresif.

Namun, penggunaannya harus sesuai situasi—cocok untuk obrolan santai, bukan untuk tulisan formal.

Pada akhirnya, slang menunjukkan bahwa bahasa terus berkembang mengikuti budaya digital, dan menjadi bagian dari cara Gen Z mengekspresikan diri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....