Compassion Fatigue : Lelah Hati karena Terlalu Sering Peduli
- 12 Agt 2026 16:15 WIB
- Cirebon
Poin Utama
- Compassion Fatigue: Lelah Hati Karena Terlalu Sering Peduli
RRI.CO.ID, Cirebon – Seorang tenaga medis, pengasuh, atau aktivis sosial yang semula sangat empati tiba-tiba merasa kebas, lelah, dan tidak peduli lagi terhadap penderitaan orang di sekitarnya. Kondisi kelelahan emosional ini dalam psikologi dikenal dengan istilah Compassion Fatigue (Kelelahan Empati).
Dilansir dari Verywellmind, compassion fatigue adalah kondisi kelelahan emosional dan fisik yang dialami seseorang akibat terpapar penderitaan atau trauma orang lain secara terus-menerus dalam jangka waktu lama. Kondisi ini sering dialami oleh profesi penolong (helping professions), seperti dokter, perawat, psikolog, serta relawan bencana.
Berbeda dengan burnout yang biasanya disebabkan oleh beban kerja atau birokrasi, compassion fatigue bersumber langsung dari proses empati yang terkuras. Penderita mulai kehilangan kemampuan untuk merasai simpati, merasa tidak berdaya, hingga mengalami penurunan kualitas hidup.
Gejala fenomena ini meliputi perasaan tidak peduli (apathi), mudah marah, kecemasan, hingga rasa bersalah karena merasa tidak cukup membantu. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat merusak kesehatan mental penolong itu sendiri.
Mencegah compassion fatigue membutuhkan penerapan self-care yang ketat dan penetapan batasan emosional yang jelas. Para penolong perlu menyadari bahwa untuk dapat merawat orang lain secara optimal, mereka harus terlebih dahulu mengisi kembali "tangki emosional" diri mereka sendiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....