Mengenal Slow Jogging, Olahraga Santai dengan Banyak Manfaat

  • 08 Agt 2026 12:49 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Slow jogging menjadi salah satu pilihan olahraga ringan yang dapat dilakukan untuk menjaga kebugaran tanpa harus berlari dengan kecepatan tinggi. Gerakannya dilakukan dengan langkah kecil dan kecepatan santai, sehingga tubuh tetap aktif tanpa memberikan tekanan berlebihan.

Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, Putri Utami, MBiomed, menyebut slow jogging bermanfaat untuk meningkatkan kebugaran, kesehatan jantung, dan metabolisme tubuh.

Intensitasnya yang ringan membuat tubuh tetap aktif tanpa memberikan beban fisik berlebihan.

Slow jogging dapat dilakukan dengan kecepatan santai pada intensitas sekitar 50 persen dari kapasitas aerobik maksimal dan detak jantung 110–140 denyut per menit. Intensitas tersebut membuat tubuh berada pada zona yang mendukung peningkatan fungsi kardiovaskular dan metabolisme.

“Pada intensitas tersebut, tubuh lebih banyak memanfaatkan lemak sebagai sumber energi dibandingkan glikogen otot. Selain membantu mengurangi lemak tubuh, latihan ini juga merangsang pembentukan mitokondria dan pembuluh darah kapiler baru yang utama untuk meningkatkan daya tahan tubuh dalam jangka panjang,” ujarnya sebagaimana diterbitkan dalam berita riset di laman ipb.ac.id Rabu, 22 Juli 2026.

Meski terlihat sederhana, slow jogging dapat menjadi pilihan bagi orang yang jarang berolahraga untuk mulai meningkatkan kebugaran jantung dan paru-paru. Jika dilakukan secara rutin, aktivitas ini juga membantu membakar kalori sekaligus menjaga kekuatan otot dan daya tahan tubuh.

“Slow jogging merupakan pintu masuk yang ideal bagi masyarakat yang selama ini jarang berolahraga,” kata dia.

Dalam teknik slow jogging, pendaratan dilakukan pada bagian tengah kaki (midfoot strike), bukan pada tumit. Dengan cara tersebut, beban kejut pada lutut dan pinggul dapat dikurangi sehingga risiko cedera lebih rendah.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Aktivitas fisik dengan intensitas ringan hingga sedang cenderung lebih mudah dilakukan secara rutin karena tidak menyebabkan nyeri otot berlebihan setelah latihan. Gerakan ritmis berintensitas ringan juga dapat merangsang endorfin, serotonin, dan dopamin yang membantu memperbaiki suasana hati.

Putri menilai pendekatan tersebut relevan untuk mendorong masyarakat lebih aktif menjaga kebugaran. Menurutnya, aktivitas yang mudah, aman, dan minim cedera akan lebih mudah diterapkan oleh banyak orang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....