Mengenal Neuroparenting: Rahasia Mengasuh Anak Sesuai Cara Kerja Otaknya

  • 08 Agt 2026 12:46 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Belakangan ini, konsep neuroparenting semakin diperbincangkan dalam pola asuh anak. Neuroparenting merupakan pendekatan pengasuhan yang berfokus pada perkembangan otak anak agar proses belajar dan tumbuh kembang berlangsung lebih optimal.

Ketua Umum PPIAUD Indonesia, Dr. Maulidya Ulfah, M.Pd.I., mengatakan perkembangan otak anak laki-laki dan perempuan memiliki sejumlah perbedaan yang dapat memengaruhi proses belajar dan perilaku mereka. Salah satunya berkaitan dengan hipotalamus yang terletak di bagian tengah otak dan berperan dalam mengatur berbagai fungsi tubuh, termasuk sistem hormon.

Hipotalamus laki-laki disebut lebih lebar sekitar 2,5 kali dibandingkan perempuan, sehingga cenderung fokus pada satu aktivitas. Karena itu, jangan menasihati anak laki-laki saat lapar karena nasihat bisa tidak terserap dengan baik akibat kurang konsentrasi.

“Jadi ibu-ibu otak laki-laki dan perempuan itu berbeda. Laki – laki itu hanya bisa fokus dalam satu aktivitas, lain halnya dengan perempuan, ibu-ibu, yang bisa melakukan beberapa kegiatan dalam 1 waktu” katanya dalam sebuah seminar parenting bertajuk Peran Orangtua Untuk Perkembangan Anak Dengan Prinsip Neuroparenting.

“Begitupun saat memberikan nasihat pada anak laki-laki. Jangan nasihati anak laki-laki saat mereka lapar. Ajak makan dulu, kenyangkan dulu perutnya supaya mereka bisa fokus baru kita kasih nasihat” ujar dosen prodi PIAUD UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon itu Rabu, 5 Agustus 2026.

Konsep neuroparenting menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman agar anak tidak tumbuh dalam rasa takut atau tertekan. Orang tua yang responsif terhadap kebutuhan anak dapat membantu menciptakan suasana belajar yang nyaman serta mendukung perkembangan emosi dan pikirannya.

Penerapan neuroparenting dapat dilakukan dengan menstimulasi berbagai potensi anak melalui aktivitas yang sesuai minat dan kemampuannya. Orang tua juga dapat menanamkan nilai spiritual melalui ibadah, perilaku positif, kisah inspiratif, serta pembiasaan adab dan etika.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....