Fasted Workout Diklaim Bakar Lemak Lebih Banyak, Benarkah ?

  • 03 Agt 2026 15:45 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Olahraga saat perut kosong atau fasted workout belakangan ini semakin populer, terutama setelah banyak dibahas di media sosial. Tak sedikit orang percaya bahwa berolahraga sebelum sarapan dapat membakar lebih banyak lemak sehingga dinilai efektif membantu menurunkan berat badan.

Namun, ahli gizi mengingatkan bahwa membakar lebih banyak lemak saat berolahraga belum tentu membuat lemak tubuh berkurang lebih banyak dalam jangka panjang. Penurunan berat badan tetap ditentukan oleh pola makan secara keseluruhan, asupan kalori, serta konsistensi dalam berolahraga.

Seorang ahli gizi bernama Joy Bauer mengatakan olahraga sebelum makan membuat tubuh lebih banyak mengambil energi dari cadangan lemak. Kondisi ini dipengaruhi oleh kadar insulin yang sedang rendah sehingga pembakaran lemak menjadi lebih dominan.

"Ketika kamu belum makan, kadar insulin lebih rendah sehingga tubuh lebih mungkin menggunakan lemak yang tersimpan sebagai bahan bakar,” ucap dia, seperti dikutip TODAY, Selasa, 28 Juli 2026.

Namun, pembakaran lemak yang lebih tinggi selama latihan belum tentu membuat lemak tubuh berkurang lebih banyak dalam jangka panjang. Sebaliknya, mengonsumsi makanan sebelum berolahraga dapat memberi tubuh tambahan energi sehingga latihan bisa dilakukan dengan intensitas yang lebih tinggi.

Untuk olahraga berintensitas tinggi seperti HIIT, lari, atau bersepeda, sebaiknya konsumsi karbohidrat terlebih dahulu sebagai sumber energi. Sementara itu, olahraga ringan seperti jalan santai atau yoga di pagi hari dapat dilakukan tanpa makan terlebih dahulu, selama tubuh tetap merasa nyaman.

Tubuh diibaratkan sebuah kendaraan yang memerlukan bahan bakar agar dapat bekerja optimal. Untuk aktivitas ringan tubuh mungkin masih mampu beradaptasi, tetapi latihan yang panjang dan intens tetap membutuhkan asupan energi yang cukup.

Karena itu, fasted workout tidak dianjurkan bagi penderita diabetes yang menggunakan insulin, ibu hamil, orang dengan riwayat gula darah rendah, individu dengan gangguan makan, serta atlet yang menjalani latihan berdurasi panjang dengan kebutuhan kalori tinggi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....