Tidak Semua Hal Harus Dijelaskan
- 06 Jul 2026 12:18 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Dia menjaga nama baiknya dengan cara menjadikan kita layaknya penjahat di mata orang lain. Sedangkan yang di sini berusaha diam untuk tidak membuka kartunya, seperti dilansir dari loadinginsightprosess.
Playing victim. Dia yang penjahat, malah fitnah orang lain sebagai penjahat, si playing victim, sudahlah capek dan menguras energi kalau ketemu dia terus jadi ya sudah jaga jarak aman saja sekarang.
Yang jahat dia, malah kita yang difitnah jadi penjahatnya. Cerita yang beredar jadi terbalik, yang salah terlihat benar, yang terluka malah kelihatan jahat. Dan lucunya, banyak yang langsung percaya tanpa tahu dua sisi ceritanya.
Tidak semua hal harus diumbar. Kita bukan tidak bisa ngomong, kita tahu banget apa yang harus dijelaskan, bahkan kalau mau, semuanya bisa terbuka jelas. Tapi kita juga tahu tidak semua hal harus diumbar ke banyak orang.
Kadang kita ingin banget membela diri, meluruskan semuanya satu persatu, biar orang-orang tahu yang sebenarnya. Tapi kalau harus buka semua “kartu”, tidak ada bedanya kita dengan dia, jadi jahat juga.
Cukup kita dan Allah yang tahu. Jadi kita lebih milih diam, bukan karena kita kalah, tapi karena kita masih jaga diri kita sendiri. Tidak semua pembuktian harus dilihat orang lain, kadang cukup kita dan Tuhan yang tahu.
Tidak semua hal perlu diklarifikasi. Dan dari situ kita belajar, kalau tidak semua orang harus kita luruskan pandangannya. Yang penting kita tahu siapa kita sebenarnya dan kita tetap bisa jaga diri, tanpa harus menjatuhkan orang lain.
Demi kesehatan jiwa kita. Kita lebih memilih untuk menjaga jarak sekarang, ini demi kesehatan jiwa kita yang kalau ketemu dia pasti mungkin bakal emosi, maka ya sudah jaga jarak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....