Menyikapi Pertanyaan Siap Bekerja di Bawah Tekanan
- 01 Jul 2026 06:50 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Kalimat "apakah Anda siap bekerja di bawah tekanan" sering kali muncul dalam sesi wawancara kerja. Bagi para pencari kerja, pertanyaan ini kerap menimbulkan keraguan mengenai kondisi riil di lingkungan perusahaan tersebut. Publik sering mempertanyakan apakah tekanan yang dimaksud masih dalam batas sehat atau karena kurangnya dukungan manajemen.
Dari kacamata praktisi Human Resources (HR), kalimat tersebut sebenarnya bertujuan untuk mengukur tingkat fleksibilitas calon karyawan. Perusahaan ingin melihat ketangguhan serta kesiapan emosional individu dalam menghadapi berbagai dinamika tantangan pekerjaan. Tekanan itu sendiri pada dasarnya terbagi menjadi dua sifat, yakni tekanan positif dan tekanan negatif.
Tekanan yang positif atau sehat justru dinilai dapat memicu produktivitas dan motivasi kerja karyawan. Sebaliknya, tekanan negatif yang berlebihan dipastikan berdampak buruk bagi kesehatan mental serta menurunkan performa kerja. Oleh karena itu, perusahaan dituntut untuk membentuk ketahanan karyawan dan bukan sekadar memberikan tuntutan tugas.
Manajemen idealnya menawarkan sistem pendukung seperti pelatihan manajemen stres, fleksibilitas waktu, hingga budaya kerja kolaboratif. Di sisi lain, calon pekerja juga harus berani membangun komunikasi yang jelas saat sesi interview. Anda bisa bertanya mengenai rincian tekanan atau tantangan spesifik yang biasanya dihadapi pada posisi tersebut.
Bekerja di bawah tekanan sejatinya merupakan realitas yang sangat wajar di dalam dunia profesional. Kunci utamanya terletak pada bagaimana regulasi tekanan tersebut dikelola dengan baik oleh individu maupun organisasi. Selain itu, dilansir dari Glints juga menyarankan calon pelamar untuk menjawab pertanyaan interview ini dengan menceritakan metode problem-solving nyata yang pernah dilakukan pada pekerjaan sebelumnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....