Kesalahan Menyimpan Makanan di Kulkas

  • 25 Jun 2026 07:39 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Kulkas menjadi salah satu perangkat rumah tangga yang berperan penting dalam menjaga kesegaran makanan. Namun, tidak semua orang menyadari bahwa cara penyimpanan yang -kurang tepat justru dapat membuat makanan lebih cepat rusak, kehilangan kualitas, atau bahkan meningkatkan risiko kontaminasi bakteri. Beberapa kebiasaan yang dianggap sepele ternyata dapat memengaruhi keamanan dan daya tahan bahan makanan di dalam kulkas.

Salah satu kesalahan yang paling umum adalah memasukkan makanan panas langsung ke dalam kulkas. Banyak orang melakukannya untuk mempercepat proses penyimpanan, padahal suhu panas dari makanan dapat meningkatkan suhu di dalam kulkas secara sementara. Menurut United States Department of Agriculture, makanan sebaiknya didinginkan terlebih dahulu dalam waktu yang wajar sebelum disimpan agar suhu kulkas tetap stabil dan makanan lain tidak terdampak.

Kesalahan berikutnya adalah menumpuk terlalu banyak makanan di dalam kulkas. Kulkas membutuhkan sirkulasi udara dingin yang baik agar suhu dapat tersebar merata ke seluruh bagian. Jika rak terlalu penuh, udara dingin akan sulit mengalir sehingga beberapa area menjadi kurang dingin dan makanan lebih cepat rusak.

Kesalahan lain yang cukup sering terjadi adalah tidak menutup makanan dengan rapat. Makanan yang dibiarkan terbuka dapat menyerap aroma dari bahan lain di dalam kulkas dan lebih rentan terkontaminasi bakteri. Penggunaan wadah tertutup atau kemasan kedap udara membantu menjaga kualitas makanan sekaligus mengurangi risiko pencemaran silang.

Tidak sedikit orang yang menganggap semua buah dan sayuran harus disimpan di kulkas. Padahal, beberapa jenis buah seperti pisang, alpukat yang belum matang, dan tomat justru lebih baik disimpan pada suhu ruang. Suhu dingin dapat mengganggu proses pematangan alami dan memengaruhi tekstur maupun rasa buah tersebut.

Mengabaikan tanggal penyimpanan juga menjadi kebiasaan yang sering terjadi. Makanan yang sudah lama berada di dalam kulkas terkadang terlupakan hingga akhirnya rusak. Para ahli keamanan pangan menyarankan untuk memberi label tanggal pada makanan yang disimpan agar lebih mudah memantau masa simpannya dan mengurangi risiko mengonsumsi makanan yang sudah tidak layak.

Kebersihan kulkas juga tidak boleh diabaikan. Tumpahan cairan, sisa makanan, atau bahan yang sudah membusuk dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur. Menurut Food and Drug Administration, membersihkan kulkas secara rutin membantu menjaga keamanan pangan dan mencegah kontaminasi terhadap makanan lainnya.

Makanan yang disimpan dengan benar bukan hanya bertahan lebih lama, tetapi juga tetap aman dan bernutrisi saat dikonsumsi. Karena itu, memahami cara kerja kulkas dan menghindari kesalahan penyimpanan merupakan langkah kecil yang dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan keluarga dan pengeluaran rumah tangga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....