Terlalu Banyak Pilihan Membuat Lelah
- 16 Jun 2026 13:36 WIB
- Cirebon
Poin Utama
- Decision Fatigue: Ketika Terlalu Banyak Pilihan Membuat Lelah
RRI.CO.ID, Cirebon - Memilih menu makan, menentukan pakaian, membalas pesan, hingga membuat keputusan pekerjaan. Tanpa disadari, otak manusia membuat ratusan keputusan setiap hari.
Dalam psikologi, kondisi menurunnya kualitas pengambilan keputusan akibat terlalu banyak memilih disebut decision fatigue. Dikutip dari American Psychological Association istilah ini menggambarkan kelelahan mental yang muncul setelah seseorang terus-menerus membuat keputusan dalam waktu yang lama.
Ketika energi mental menurun, kemampuan berpikir rasional ikut berkurang. Dalam kehidupan sehari-hari, decision fatigue sering muncul setelah hari kerja yang padat.
Seseorang mungkin kesulitan menentukan menu makan malam atau memilih menunda keputusan penting karena merasa terlalu lelah berpikir. Fenomena ini juga menjelaskan mengapa banyak orang cenderung membeli barang secara impulsif saat berbelanja dalam kondisi lelah.
Ketika kapasitas mental menurun, otak lebih memilih jalan pintas daripada mempertimbangkan berbagai alternatif secara mendalam. Di era digital, decision fatigue semakin umum terjadi. Banyaknya pilihan film, konten media sosial, produk belanja daring, hingga informasi yang harus diproses setiap hari membuat otak bekerja lebih keras dibandingkan sebelumnya.
Dampaknya tidak hanya pada produktivitas, tetapi juga kesejahteraan psikologis. Individu yang mengalami decision fatigue sering merasa mudah frustrasi, sulit berkonsentrasi, dan cenderung menunda pekerjaan.
Beberapa tokoh bisnis terkenal diketahui menyederhanakan pilihan sehari-hari, seperti menggunakan pakaian dengan model serupa setiap hari. Tujuannya adalah menghemat energi mental untuk keputusan yang lebih penting.
Psikolog menyarankan beberapa langkah untuk mengurangi decision fatigue, seperti membuat rutinitas harian, menentukan prioritas, membatasi pilihan yang tidak perlu, dan mengambil keputusan penting ketika kondisi tubuh masih segar.
Memahami decision fatigue membantu kita menyadari bahwa kualitas keputusan tidak hanya dipengaruhi kecerdasan, tetapi juga kondisi mental saat keputusan tersebut dibuat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....