Modal Dana Desa, Peternakan Ayam di Kuningan Dongkrak Pangan Lokal
- 16 Jun 2026 11:33 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Setiap lini usaha memerlukan perjuangan, kerja keras, kolaborasi, serta modal dan keilmuan yang memadai. Hal ini dibuktikan oleh Achmad Muchtar, pelaku usaha ternak ayam petelur di Desa Karangasem, Kutakembaran, Garawangi, Kuningan, Jawa Barat.
Alokasi Dana Desa untuk Ketahanan Pangan
Peternakan ini memanfaatkan lahan kas desa (bengkok) dengan modal awal dari 20% Dana Desa untuk Ketahanan Pangan sebesar Rp232.912.200.
Program ini bertujuan untuk:
- Mewujudkan ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan warga.
- Menciptakan peluang ekonomi baru di tingkat desa.
- Mengurangi ketergantungan pasokan telur dari luar daerah.
Untuk operasionalnya, pengelola menyewa lahan desa sebesar Rp250.000 per tahun. Sedangkan pembangunan kandang dikerjakan oleh pihak kedua dengan biaya Rp73.800.000.
Produktivitas dan Tantangan Usaha
Pada tahap awal, peternakan mengisinya dengan 750 ekor ayam jenis Lohmann Brown. Setelah melewati masa transisi selama 4 bulan, peternakan ini kini sukses memproduksi 39 hingga 40 kg telur per hari.
Meski produktif, tantangan tetap ada. Hingga Juni 2026, tercatat ada 12 ekor ayam yang mati. Selain itu, pada periode Maret hingga Juni 2026, peternak harus menghadapi tantangan penurunan harga telur yang dibarengi dengan kenaikan harga pakan.
Pemasaran dan Rencana Kedepan
Untuk pemasaran, fokus utama saat ini adalah memenuhi kebutuhan lokal dengan memasok langsung ke warung-warung dan warga sekitar desa. Manajemennya pun dikelola secara profesional melalui struktur organisasi yang lengkap, mulai dari Pengawas, Direktur, hingga Unit Pemasaran.
Melihat keberhasilan ini, pengelola berencana melakukan ekspansi. Namun, karena keterbatasan anggaran tahun 2026, fokus pengembangan saat ini akan diprioritaskan terlebih dahulu pada penambahan jumlah populasi ayam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....