Sisi Manusiawi Charlemagne: Kaisar Agung Eropa

  • 16 Jun 2026 08:25 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Charlemagne diakui secara luas sebagai salah satu bapak pendiri benua Eropa berkat keberhasilannya merestorasi Kekaisaran Romawi setelah mengalami kemunduran selama tiga abad. Di balik reputasi besarnya sebagai simbol pemerintahan yang ideal dan pejuang religius yang tangguh, ia tetaplah seorang manusia biasa yang memiliki ketertarikan mendalam pada kebudayaan serta masa depan keluarganya.

Dilansir dari Nationalgeographic.com, Selasa, 16 Juni 2026, sifat dan kebiasaan asli sang kaisar berhasil terungkap secara mendalam berkat catatan biografi Vita Karoli Magni yang ditulis langsung oleh sahabat sekaligus anggota istananya, Einhard. Lahir sebagai putra sulung dari Raja Pippin Pendek di Herstal, pria yang fasih berbahasa Latin ini justru diketahui sangat kesulitan dalam menguasai keterampilan menulis hingga akhir hayatnya.

Meskipun sukses membangun kembali kemegahan tradisi Romawi, Charlemagne tetap mempertahankan identitas serta gaya busana tradisional khas masyarakat Frankish yang sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Ia bahkan sangat membenci pakaian mewah luar negeri dan tercatat hanya dua kali bersedia mengenakan jubah Romawi demi menghormati Paus Adrian I serta Paus Leo III.

Analisis modern terhadap tulang-belulangnya di Aachen membuktikan bahwa sang penguasa memiliki postur tubuh tegap setinggi enam kaki yang jauh melampaui rata-rata pria pada zamannya. Einhard juga menggambarkan kaisar sebagai sosok berambut putih dengan kumis tebal yang sangat membenci mabuk-mabukan, meskipun ia memiliki kelemahan berupa leher pendek dan perut buncit akibat gemar mengonsumsi daging panggang.

Sebagai seorang pemeluk Kristen yang taat, Charlemagne rajin beribadah serta gemar mendengarkan pembacaan buku The City of God karya St. Augustine saat bersantap. Ia juga mengundang para cendekiawan terkemuka dari seluruh penjuru negeri, termasuk Peter dari Pisa, Paul si Diakon, Alcuin dari York, Theodulf, hingga Agobard untuk menghidupkan iklim akademis di istananya.

Kehidupan domestik sang kaisar dipenuhi dengan dinamika keluarga yang kompleks setelah dirinya tercatat memiliki lima orang istri, beberapa selir, serta setidaknya 18 anak. Setelah persaingan masa kecil dengan saudaranya Carloman berakhir, Charlemagne menjalin hubungan erat dengan ibunya Bertrada dari Laon, saudara perempuannya Gisela, serta Drogo yang kelak menjadi Uskup Metz.

Pernikahan pertamanya dengan Himiltrud dianugerahi seorang putra, sedangkan pernikahan politiknya dengan Desiderata yang merupakan putri Raja Desiderius hanya bertahan selama satu tahun. Kebahagiaannya baru bertahan lama saat bersama istri ketiganya, Hildegard, yang melahirkan sang pewaris takhta Louis yang Saleh, sebelum sang kaisar berturut-turut menikahi Fastrada yang kejam dan Liutgard.

Kaisar pelindung seni ini sangat protektif terhadap putri-putrinya termasuk Bertha dan Rotrud dengan melarang mereka menikah demi mencegah potensi ancaman politik dari menantu. Setelah menderita demam tinggi selama tujuh hari, sang kaisar mangkat pada 28 Januari 814 dan dimakamkan di Kapel Palatine Aachen dalam sebuah sarkofagus emas megah yang kini menjadi bagian dari Katedral Aachen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....