Ibadah Haji Ajarkan Kesetaraan Manusia di Hadapan Allah SWT

  • 05 Jun 2026 20:24 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Ibadah haji tidak hanya menjadi penyempurna rukun Islam, tetapi juga mengandung pesan kuat tentang persamaan derajat seluruh manusia di hadapan Allah SWT. Hal tersebut disampaikan Ustadz Ikhsan Tobi’i, S.Pd. dalam Program Mutiara Pagi RRI Cirebon pada Kamis 4 Juni 2026 dengan tema “Haji dan Pesan Kesetaraan Manusia di Hadapan Allah SWT”.

Menurut Ustadz Ikhsan, jutaan umat Islam dari berbagai negara datang ke Tanah Suci dengan tujuan yang sama, yakni memenuhi panggilan Allah SWT. "Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai setiap unta yang kurus, yang datang dari segenap penjuru yang jauh." (QS. Al-Hajj: 27)

Ia menegaskan bahwa pelaksanaan haji menjadi bukti nyata kebenaran Al-Qur’an, karena seruan tersebut kini dipenuhi oleh jutaan umat Islam dari berbagai penjuru dunia. Jamaah yang datang berasal dari beragam latar belakang, mulai dari Indonesia, Maroko, Nigeria, Amerika hingga negara-negara Eropa.

Dalam pelaksanaan ibadah haji, seluruh jamaah mengenakan pakaian ihram yang sama tanpa membedakan status sosial maupun jabatan. “Baik presiden, petani berdiri berdampingan barisan sama dengan pakaian yang sama pula menghadap yang sama dan perintah tersebut tertuju kepada tujuan yang sama yaitu Allah Subhanahu wa taala,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa ibadah haji menghapus berbagai sekat yang selama ini membedakan manusia. “Pada momen ini tidak ada perbedaan antara warna kulit, tidak ada batas negara, dan tidak ada sekat antar ras, suku, budaya, maupun jabatan sekalipun,” katanya.

Lebih lanjut, Ustadz Ikhsan mengajak masyarakat menjadikan musim haji sebagai momentum memperbaiki cara pandang terhadap sesama. Ia menekankan pentingnya menghilangkan sikap diskriminatif dan membangun persaudaraan yang didasarkan pada iman dan ketakwaan, bukan pada status sosial maupun latar belakang lainnya.

Ia menjelaskan bahwa kewajiban haji berlaku bagi umat Islam yang memenuhi syarat kemampuan, baik secara finansial, fisik, maupun kesempatan waktu. Ia juga menegaskan bahwa jamaah yang wafat saat menjalankan rangkaian ibadah haji tetap mendapatkan pahala dan kesempurnaan ibadah sesuai niat tulus yang telah dilakukan.

Ia mengingatkan bahwa ukuran kemuliaan seseorang di sisi Allah bukanlah penampilan, jabatan, atau kekayaan. Ia berharap seluruh jamaah haji memperoleh predikat haji mabrur dan membawa perubahan positif dalam kehidupan mereka.

"Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa kalian dan tidak pula jasad kalian, tetapi Allah melihat hati dan amal kalian." (HR. Muslim No. 2564)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....