Stop Work Authority Perkuat Keselamatan di Kilang Balongan
- 05 Mei 2026 22:39 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Indramayu - Keselamatan kerja terus dikampanyekan PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Kilang Balongan kepada seluruh pekerja, mitra kerja, hingga kontraktor. Upaya ini dilakukan agar keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional.
Untuk memperkuat implementasi HSSE di lingkungan kerja, Kilang Pertamina Balongan kembali menyosialisasikan kebijakan Stop Work Authority (SWA). Kegiatan tersebut dilakukan dalam Grand Safety Talk Mogas di Halaman HSSE Check Point RU VI, Senin, 4 Mei 2026.
Senior Manager Operation and Manufacturing (SMOM) RU VI Balongan, Eko Nurcahyono, menjelaskan pentingnya kebijakan tersebut. Ia menyebut Stop Work Authority merupakan wewenang setiap pekerja dan mitra kerja untuk menghentikan pekerjaan jika ditemukan kondisi tidak aman.
Disampaikan Eko, Stop Work Authority merupakan wewenang setiap pekerja dan mitra kerja untuk menghentikan pekerjaan apabila ditemukan kondisi atau tindakan yang tidak aman, yang berpotensi menimbulkan kerugian terhadap keselamatan manusia, lingkungan, aset, maupun operasional perusahaan.

“Saya tegaskan bahwa setiap orang memiliki hak yang sama untuk melakukan SWA tanpa terkecuali jika terdapat pekerjaan berpotensi risiko terhadap keselamatan dan operasi,” katanya.
Eko juga menekankan, lebih baik menghentikan pekerjaan sementara, daripada terjadi kecelakaan. Atas tindakan pengentian pekerjaan berisiko ini pun, sambung Eko, manajemen menjamin tidak ada sanksi bagi pekerja yang melakukan SWA dengan itikad baik.
Memperkuat komitmen pelaksanaan kebijakan SWA, General Manager Kilang Balongan, Yulianto Triwibowo, menyampaikan bahwa sebagian besar insiden terjadi bukan karena ketidaktahuan, tetapi karena kelalaian, terburu-buru, atau mengabaikan prosedur yang sudah ada.
“Patuhi HSSE Golden Rules (Patuhi – Intervensi – Peduli). Safety adalah prioritas utama. Tidak ada pekerjaan yang begitu penting sehingga harus mengorbankan keselamatan,” ujarnya.

Yulianto Triwibowo juga menyampaikan, pentingnya Buddy System saat bekerja di area berisiko tinggi kecelakaan kerja. Buddy system ini, terangnya, adalah kondisi di mana tidak boleh ada pekerja yang bekerja sendiri di Kilang RU VI.
Sehingga ada rekan kerja yang dapat saling mengingatkan dan siap memberikan bantuan apabila terjadi kondisi darurat. “Dengan adanya Buddy System, kita dapat meningkatkan kewaspadaan serta memastikan respons yang lebih cepat terhadap potensi bahaya,” ucapnya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....