Bed Rotting: Tren Self-Care Gen Z atau Tanda Bahaya Kesehatan Mental?
- 03 Mei 2026 13:40 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Istilah bed rotting mendadak ramai dibicarakan di platform media sosial seperti TikTok dan Instagram. Fenomena ini merujuk pada kebiasaan seseorang untuk menghabiskan waktu seharian penuh di atas tempat tidur tanpa melakukan aktivitas produktif apa pun.
Meski terdengar negatif, banyak generasi Z yang justru menganggapnya sebagai bentuk perawatan diri (self-care) yang esensial di tengah tekanan hidup yang tinggi. Kegiatan ini biasanya melibatkan aktivitas pasif seperti menonton film, bermain ponsel, atau sekadar melamun di balik selimut.
Berbeda dengan tidur karena kelelahan fisik, bed rotting lebih difokuskan pada upaya pemulihan mental dari kelelahan sosial dan tuntutan pekerjaan. Para pelakunya merasa bahwa menarik diri sejenak dari dunia luar adalah cara terbaik untuk mengisi ulang energi.
Namun, para ahli kesehatan memberikan pandangan untuk lebih berhati-hati terhadap tren ini. Melansir dari laman Healthline, menghabiskan terlalu banyak waktu di tempat tidur justru dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh.
Jika dilakukan secara berlebihan, kebiasaan ini berisiko memperburuk kualitas tidur di malam hari dan memicu perasaan lesu yang berkepanjangan. Selain masalah fisik, ada batasan tipis antara istirahat yang sehat dan indikasi masalah psikologis.
Para psikolog memperingatkan bahwa keinginan kuat untuk tetap berada di tempat tidur seharian bisa menjadi tanda-tanda depresi atau kecemasan. Fenomena yang dikenal secara klinis sebagai clinomania ini perlu diwaspadai jika terjadi secara terus-menerus.
Daya tarik utama dari bed rotting adalah narasi mengenai perlawanan terhadap budaya hustle yang menuntut produktivitas tanpa henti. Meski tubuh membutuhkan waktu jeda, para pakar menyarankan agar waktu istirahat tetap dilakukan dengan proporsional agar tidak berubah menjadi perilaku isolasi mandiri yang merugikan kesehatan mental.
Kunci utama dalam menjalani tren ini adalah keseimbangan dan kesadaran diri. Melakukan bed rotting selama beberapa jam di akhir pekan mungkin tidak membahayakan bagi sebagian orang.
Pastikan aktivitas ini tidak menggantikan interaksi sosial di dunia nyata atau tanggung jawab harian yang penting. Sebaiknya bed rotting dilihat sebagai salah satu alat untuk beristirahat, bukan gaya hidup permanen.
Cobalah metode yang lebih efektif untuk mengembalikan energi tubuh dengan beraktifitas ringan dan terkena sinar matahari pagi. Pastikan untuk tetap bijak mengikuti tren agar kesehatan fisik dan mental tetap terjaga dengan optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....