Kenali Decision Fatigue dan Cara Mengatasinya
- 03 Mei 2026 17:29 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Pernah merasa lelah padahal belum melakukan aktivitas berat? Bisa jadi itu bukan karena fisik, tapi karena pikiran yang kelelahan mengambil keputusan. Kondisi ini dikenal sebagai Decision Fatigue.
Decision fatigue adalah kondisi ketika kemampuan seseorang untuk membuat keputusan menurun setelah terlalu banyak memilih dalam satu waktu. Mulai dari hal kecil seperti memilih menu makan, outfit, hingga keputusan penting semuanya menguras energi mental.
Konsep ini banyak dibahas dalam psikologi modern. Menurut Roy F. Baumeister, seorang psikolog sosial yang dikenal lewat teori ego depletion, setiap keputusan yang kita buat menggunakan energi mental yang terbatas. Dalam penelitiannya bersama Mark Muraven dan Dianne Tice, ia menjelaskan bahwa kemampuan mengontrol diri dan membuat keputusan berasal dari satu sumber daya yang sama, dan sumber daya ini bisa berkurang setelah digunakan terus-menerus.
Gejala decision fatigue sering kali tidak disadari. Seseorang bisa menjadi lebih mudah menunda keputusan, memilih secara impulsif, atau justru menghindari memilih sama sekali. Bahkan, keputusan yang diambil di akhir hari cenderung kurang optimal dibandingkan di pagi hari.
Contoh sederhana bisa dilihat dari kebiasaan sehari-hari. Setelah seharian bekerja dan membuat banyak keputusan, seseorang lebih cenderung memilih makanan cepat saji atau keputusan instan lainnya, bukan karena itu pilihan terbaik, tapi karena sudah lelah berpikir.
Untuk mengatasinya, salah satu cara efektif adalah menyederhanakan pilihan. Misalnya dengan membuat rutinitas, menentukan menu mingguan, atau bahkan memakai pakaian dengan gaya seragam agar tidak perlu berpikir terlalu banyak setiap hari.
Selain itu, penting juga untuk mengambil keputusan penting saat kondisi pikiran masih segar, seperti di pagi hari. Dengan begitu, kualitas keputusan bisa lebih baik dan lebih rasional.
Istirahat juga berperan besar. Tidur yang cukup dan jeda dari aktivitas membantu memulihkan energi mental. Tanpa itu, decision fatigue bisa terus menumpuk dan memengaruhi berbagai aspek kehidupan.
Pikiran yang terus dipaksa memilih tanpa jeda juga butuh istirahat. Mengenali decision fatigue bisa membantu kita mengelola energi dengan lebih bijak dan membuat keputusan yang lebih baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....