Cara Mengatasi Trauma Naik Transportasi Umum
- 03 Mei 2026 11:03 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, CIREBON - Bagi sebagian orang, menggunakan transportasi umum seperti bus, kereta, atau angkot adalah hal biasa. Namun, tidak sedikit juga yang merasa cemas berlebihan, bahkan takut, saat harus menggunakannya. Kondisi ini bisa berkaitan dengan pengalaman tidak menyenangkan di masa lalu yang memicu trauma.
Dalam dunia psikologi, trauma sering dikaitkan dengan respons emosional setelah mengalami kejadian yang mengancam atau membuat tidak nyaman. Jika dikaitkan dengan transportasi umum, pengalaman seperti kecopetan, kecelakaan, pelecehan, atau situasi berdesakan bisa meninggalkan kesan mendalam. Dalam beberapa kasus, kondisi ini bisa berkembang menjadi Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) jika tidak ditangani dengan baik.
Menurut American Psychological Association, trauma dapat memengaruhi cara seseorang merespons situasi serupa di masa depan. Hal ini menjelaskan mengapa seseorang bisa merasa panik hanya dengan membayangkan naik transportasi umum, meskipun situasi saat ini sebenarnya aman.
Gejala yang muncul bisa beragam, mulai dari jantung berdebar, keringat dingin, hingga keinginan menghindari sepenuhnya. Ada juga yang merasa tidak nyaman berada di keramaian atau ruang sempit, yang dikenal sebagai Claustrophobia.
Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Langkah pertama adalah mengakui perasaan tersebut. Menganggapnya sepele justru bisa membuat kondisi semakin berlarut. Penting untuk memahami bahwa respons tersebut adalah reaksi alami tubuh terhadap pengalaman yang pernah terjadi.
Selanjutnya, coba mulai secara bertahap. Misalnya, mulai dari perjalanan singkat, memilih waktu yang tidak terlalu ramai, atau ditemani orang terpercaya. Pendekatan bertahap ini membantu tubuh dan pikiran beradaptasi kembali dengan situasi yang sebelumnya dianggap menakutkan.
Teknik relaksasi juga bisa membantu, seperti mengatur napas atau mengalihkan fokus dengan mendengarkan musik. Hal sederhana ini dapat menurunkan tingkat kecemasan saat berada di perjalanan.
Jika rasa takut sudah sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, tidak ada salahnya mencari bantuan profesional. Terapi seperti konseling atau terapi perilaku kognitif terbukti efektif membantu mengatasi trauma dan kecemasan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....