Keluarga dalam Kondisi Darurat, Lakukan Ini
- 30 Apr 2026 15:59 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Mendapat kabar anggota keluarga mengalami kecelakaan sering kali membuat panik, cemas, bahkan sulit berpikir jernih. Reaksi itu sangat wajar, apalagi jika informasi yang diterima masih simpang siur dan belum jelas kondisinya seperti apa. Dalam situasi seperti ini, ketenangan justru menjadi hal paling penting agar langkah yang diambil tidak salah.
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah memastikan informasi tersebut benar. Tanyakan lokasi kejadian, kondisi korban, siapa yang menghubungi, serta rumah sakit atau fasilitas kesehatan tempat korban dibawa jika memang sudah dievakuasi. Jangan langsung menyebarkan kabar sebelum memastikan data yang akurat agar tidak menambah kepanikan keluarga lain.
Dilansir dari Palang Merah Indonesia (PMI), saat menghadapi kondisi darurat, keluarga perlu tetap tenang agar dapat mengambil keputusan cepat dan tepat, termasuk menentukan jalur evakuasi dan penanganan medis lanjutan. Sikap panik justru bisa memperlambat proses bantuan yang dibutuhkan korban.
Jika lokasi kecelakaan memungkinkan untuk dijangkau, segera menuju tempat kejadian atau rumah sakit terdekat. Namun tetap prioritaskan keselamatan diri selama perjalanan. Hindari berkendara secara terburu-buru atau melanggar aturan lalu lintas karena justru dapat menambah risiko kecelakaan baru.
Siapkan dokumen penting seperti kartu identitas, kartu BPJS Kesehatan, kartu asuransi, atau dokumen kendaraan jika berkaitan dengan kecelakaan lalu lintas. Kehadiran keluarga dengan dokumen lengkap akan sangat membantu proses administrasi rumah sakit maupun penanganan pihak kepolisian bila diperlukan.
Menurut Kementerian Kesehatan, dalam situasi gawat darurat, penanganan medis awal harus menjadi prioritas utama dibanding urusan administratif. Karena itu, keluarga sebaiknya fokus pada keselamatan korban terlebih dahulu, sambil berkoordinasi dengan petugas medis mengenai tindakan yang dibutuhkan.
Selain itu, penting juga untuk menjaga komunikasi dengan keluarga inti agar informasi tidak simpang siur. Tunjuk satu orang sebagai pusat informasi sehingga perkembangan kondisi korban dapat disampaikan dengan jelas. Cara ini membantu mengurangi kebingungan dan mencegah penyebaran kabar yang belum tentu benar.
Yang tidak kalah penting adalah memberi dukungan emosional kepada korban maupun keluarga lain. Kecelakaan bukan hanya soal luka fisik, tetapi juga bisa menimbulkan trauma mental. Kehadiran keluarga yang tenang, sigap, dan suportif sering kali menjadi kekuatan terbesar dalam proses pemulihan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....