Alasan Orang Suka Stalking Sosial Media

  • 14 Apr 2026 07:05 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Di era digital, membuka profil orang lain di media sosial sering dianggap hal biasa. Mulai dari melihat akun mantan, teman lama, gebetan, hingga sosok yang sedang viral. Aktivitas ini sering disebut stalking media sosial mengamati akun seseorang tanpa berinteraksi langsung. Meski terdengar sepele, kebiasaan ini ternyata punya alasan psikologis yang menarik.

Salah satu alasan paling umum adalah rasa penasaran. Penelitian dalam Jurnal Ilmiah Psyche yang melibatkan 250 responden usia 18–35 tahun menemukan bahwa motif utama stalking digital adalah rasa ingin tahu, kebutuhan merasa terhubung, dan pencarian validasi diri. Artinya, banyak orang sekadar ingin tahu bagaimana kehidupan orang lain berjalan.

Alasan berikutnya adalah mencari koneksi emosional. Ketika seseorang pernah dekat dengan orang lain, melihat unggahan mereka bisa memberi rasa masih terhubung, meski hubungan sudah renggang. Ini sering terjadi pada mantan pasangan, sahabat lama, atau seseorang yang pernah punya peran penting dalam hidup.

Tidak sedikit pula yang stalking karena membandingkan diri sendiri. Melihat pencapaian, penampilan, atau gaya hidup orang lain kadang memicu pertanyaan, “Kenapa hidup dia terlihat lebih baik?” Kebiasaan ini relatable, tetapi jika berlebihan bisa menurunkan rasa percaya diri dan memicu iri sosial.

Ada juga yang melakukan stalking untuk mencari informasi diam-diam. Misalnya ingin tahu status hubungan seseorang, lingkaran pertemanan baru, atau aktivitas terbaru tanpa harus bertanya langsung. Media sosial membuat semua itu terasa mudah dilakukan hanya lewat beberapa klik.

Fenomena lain yang sering terjadi adalah hubungan parasosial, yaitu keterikatan satu arah dengan figur publik atau influencer. Menurut Psychology Today, media sosial membuat banyak orang merasa dekat dengan tokoh terkenal karena interaksi digital memberi ilusi hubungan personal.

Namun, kebiasaan stalking media sosial juga punya sisi negatif. Studi di International Journal of Consumer Studies menemukan bahwa perilaku stalking digital berlebihan berkaitan dengan masalah tidur dan penggunaan media sosial yang tidak sehat. Terlalu sering memantau akun orang lain bisa membuat pikiran terus aktif dan sulit lepas dari layar.

Jika mulai merasa cemas, iri, atau sulit berhenti mengecek akun tertentu, itu bisa jadi tanda perlu membatasi diri. Cobalah mengurangi waktu bermain media sosial, unfollow akun yang memicu stres, atau fokus pada aktivitas nyata di kehidupan sehari-hari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....