Trik Psikologis Menutupi Ekspresi di Hadapan Orang Lain

  • 05 Apr 2026 06:15 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Dalam kehidupan sehari-hari, tidak semua perasaan perlu ditampilkan secara terbuka. Ada kalanya seseorang ingin menyembunyikan emosi, baik untuk menjaga profesionalitas, menghindari konflik, maupun melindungi diri.

Menariknya, psikologi mengenal berbagai trik yang bisa membantu seseorang mengontrol ekspresi agar tidak mudah terbaca oleh orang lain. Berikut beberapa trik yang bisa anda terapkan:

1. Emotional Regulation

Menurut penelitian dari American Psychological Association (APA), kemampuan mengelola emosi dapat membantu seseorang tetap tenang dalam situasi sulit. Caranya bisa dengan menarik napas dalam, memberi jeda sebelum merespons, atau mengalihkan fokus pikiran agar emosi tidak langsung terpancar melalui wajah.

2. Neutral Face

Ini adalah kemampuan menjaga ekspresi wajah tetap datar atau netral, tanpa menunjukkan reaksi berlebihan. Psikolog menyebut bahwa wajah manusia sangat ekspresif, sehingga latihan sederhana seperti mengontrol otot wajah di depan cermin dapat membantu mengurangi kebocoran emosi yang tidak diinginkan.

3. Bahasa Tubuh

Menurut studi dari pakar komunikasi nonverbal, gerakan kecil seperti menyilangkan tangan, menghindari kontak mata berlebihan, atau menjaga postur tubuh tetap stabil dapat membantu menyamarkan perasaan. Namun, penting untuk tetap terlihat alami agar tidak menimbulkan kesan tertutup atau tidak nyaman.

4. Cognitive Reappraisal

Yaitu mengubah cara pandang terhadap situasi, misalnya, ketika merasa marah, seseorang mencoba melihat situasi dari sudut pandang yang lebih netral atau positif. Dengan cara ini, emosi yang muncul menjadi lebih terkendali sehingga ekspresi pun lebih mudah disembunyikan.

5. Anchor

Pengalihan fokus, misalnya menggenggam benda kecil, mengatur napas, atau memikirkan hal lain yang menenangkan. Hal ini membantu otak mengurangi intensitas emosi sehingga wajah dan gestur tubuh tetap stabil.

Namun, penting untuk diingat bahwa menutupi ekspresi bukan berarti menekan emosi secara terus-menerus. Menurut Harvard Health Publishing, emosi yang ditekan dalam jangka panjang justru dapat berdampak buruk bagi kesehatan mental.

Oleh karena itu, keterampilan ini sebaiknya digunakan secara situasional, bukan menjadi kebiasaan permanen. Pada akhirnya, kemampuan mengontrol ekspresi adalah bagian dari kecerdasan emosional.

Dengan latihan dan kesadaran diri, seseorang dapat memilih kapan harus mengekspresikan perasaan dan kapan perlu menahannya. Keseimbangan inilah yang menjadi kunci agar tetap jujur pada diri sendiri tanpa harus selalu terbuka di setiap situasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....