Gerakan Matikan Lampu, Aksi Sederhana untuk Hemat Energi

  • 02 Apr 2026 17:35 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Pada suatu malam, suasana di berbagai kota di dunia mendadak berubah. Gedung-gedung tinggi yang biasanya terang benderang perlahan meredup.

Lampu rumah dimatikan, dan langit malam tampak lebih jelas dari biasanya. Inilah momen yang dikenal sebagai Earth Hour, sebuah gerakan global yang mengajak masyarakat mematikan lampu selama satu jam sebagai simbol kepedulian terhadap bumi.

Gerakan ini pertama kali digagas oleh organisasi lingkungan World Wide Fund for Nature (WWF) di Sydney, Australia, pada tahun 2007. Saat itu, lebih dari dua juta orang ikut mematikan lampu sebagai bentuk dukungan terhadap upaya mengurangi dampak perubahan iklim.

Seiring waktu, kampanye ini berkembang menjadi gerakan global yang diikuti jutaan orang di lebih dari 190 negara. Melansir dari Galamedia, Earth Hour dilakukan pada Sabtu terakhir bulan Maret, mulai pukul 20.30 hingga 21.30 waktu setempat.

Selama satu jam tersebut, masyarakat diajak mematikan lampu dan perangkat elektronik yang tidak diperlukan. Aksi ini bukan sekadar penghematan listrik, tetapi juga simbol kesadaran bahwa langkah kecil dari banyak orang dapat memberi dampak besar bagi lingkungan.

Di Indonesia, gerakan ini juga mendapat dukungan luas. Sejumlah kota, komunitas, hingga instansi pemerintah ikut berpartisipasi dengan memadamkan lampu di ruang publik maupun bangunan ikonik, bahkan aksi mematikan lampu selama satu jam pernah mampu menghemat listrik hingga ratusan megawatt di Jakarta.

Melalui gerakan sederhana ini, masyarakat diajak untuk merenungkan kembali pentingnya menjaga bumi. Sebab, mematikan lampu satu jam mungkin terlihat kecil, tetapi jika dilakukan bersama-sama, dampaknya bisa menjadi langkah nyata menuju masa depan yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....