Mengapa Nastar, Kastengel, dan Putri Salju Tak Pernah Absen saat Lebaran?
- 27 Mar 2026 23:25 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Perayaan Idul Fitri di Indonesia identik dengan berbagai jenis kue kering, terutama nastar, kastengel, dan putri salju. Ketiga kue ini telah menjadi simbol wajib yang selalu hadir di meja tamu selama Lebaran.
Kue nastar, yang berisi selai nanas, melambangkan manisnya kehidupan dan harapan agar hubungan antar keluarga dan sahabat tetap harmonis. Bentuk bulat dan isian manisnya dianggap membawa keberuntungan serta mempererat ikatan sosial saat saling bersilaturahmi.
Kastengel, kue kering berbahan keju, memiliki sejarah dari pengaruh kuliner Belanda namun telah disesuaikan dengan lidah Indonesia. Rasanya yang gurih dan renyah membuat kastengel menjadi favorit, sekaligus simbol kemewahan sederhana yang hadir dalam momen istimewa.
Sementara putri salju, dengan lapisan gula halus yang menyerupai salju, memiliki makna kebersihan dan kesucian. Kehadiran kue ini di meja Lebaran sering diartikan sebagai doa agar tahun baru Islam yang baru dimulai membawa ketenangan dan kebahagiaan.
Tradisi menyajikan ketiga kue ini juga berfungsi sebagai media sosial dan budaya. Saat berkunjung ke rumah kerabat, kue Lebaran menjadi simbol keramahan tuan rumah sekaligus kesempatan untuk berbagi dan mempererat hubungan.
Selain makna simbolis, kue nastar, kastengel, dan putri salju telah menjadi bagian dari identitas kuliner Lebaran yang khas Indonesia. Kreativitas masyarakat dalam membuat variasi kue ini menunjukkan kombinasi tradisi dan inovasi yang terus hidup dari generasi ke generasi.
Dengan berbagai makna dan fungsi sosialnya, ketiga kue ini dipastikan tetap menjadi bagian penting dari perayaan Lebaran. Tidak hanya sebagai suguhan, tetapi juga sebagai simbol kebersamaan, doa, dan tradisi yang mengikat masyarakat Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....