Waspada El Niño, Kemarau Berpotensi Lebih Kering
- 08 Mar 2026 17:15 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon- Indonesia diperkirakan akan menghadapi potensi fenomena “El Niño” pada pertengahan hingga akhir tahun. Fenomena iklim global ini biasanya berdampak pada meningkatnya suhu udara dan berkurangnya curah hujan di sejumlah wilayah, sehingga musim kemarau bisa terasa lebih panjang dan kering.
Melansir dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa setelah awal tahun dipengaruhi kondisi iklim netral, peluang munculnya El Niño mulai meningkat pada semester kedua 2026. Berdasarkan analisis indeks ENSO, kemungkinan terjadinya fenomena tersebut diperkirakan berada pada kisaran 50-60 persen dengan kategori lemah hingga moderat.
Kemunculan El Niño biasanya berpengaruh pada pola cuaca di Indonesia. Fenomena ini menyebabkan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur menghangat, yang kemudian memicu penurunan curah hujan di wilayah Indonesia.
Dampaknya, sejumlah daerah dapat mengalami kondisi lebih kering dibandingkan kondisi normal. BMKG juga memprediksi musim kemarau tahun 2026 berpotensi datang lebih awal di banyak wilayah Indonesia.
Pergeseran musim tersebut membuat sebagian daerah diperkirakan mulai memasuki kemarau sejak April hingga Juni, dengan puncak kekeringan diprediksi terjadi sekitar Agustus 2026. Jika El Niño benar-benar berkembang hingga akhir tahun, beberapa sektor berpotensi terdampak, terutama pertanian dan sumber daya air.
Curah hujan yang lebih rendah dapat meningkatkan risiko kekeringan, kebakaran hutan, serta berkurangnya pasokan air di sejumlah daerah. Meski demikian, para ahli iklim menekankan bahwa intensitas El Niño yang diperkirakan muncul masih berada pada kategori lemah hingga sedang.
Karena itu, pemantauan kondisi iklim secara berkala tetap diperlukan agar pemerintah dan masyarakat dapat melakukan langkah antisipasi lebih dini. BMKG mengimbau masyarakat untuk mengikuti informasi prakiraan cuaca dan iklim secara rutin.
Dengan kesiapsiagaan yang baik, dampak dari perubahan iklim global seperti El Niño diharapkan dapat diminimalkan.