Kenapa Tuhan Mencabut Hal-hal yang Kita Sayangi?

  • 05 Mar 2026 20:00 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Kadang yang Tuhan cabut justru yang paling kita genggam dan rasanya memang sakit, tapi ada energi lembut di balik semua itu. Kadang yang hilang bukan hukuman, tapi petunjuk, seperti dilansir dari universitassadar.

Karena kita tidak akan pergi kalau tidak dilepaskan, karena sering kali kita terlalu melekat. Tuhan tahu kapan kita tidak akan bergerak jika tidak “didorong” lewat kehilangan, bukan untuk menyakiti kita, tapi untuk mengeluarkan kita dari sesuatu yang sudah bukan untuk kita.

Karena energinya sudah tidak selaras dengan jalan kita, ada hubungan, pekerjaan, atau kebiasaan yang kita cintai, tapi tidak lagi selaras dengan siapa kita sedang menjadi. Tuhan menata ulang jalan kita dengan menarik yang tidak lagi sesuai frekuensi kita.

Karena kita berdoa sesuatu yang lebih tinggi, kadang kita minta “kedamaian”, lalu Tuhan melepas yang membuat kita gelisah. Kita minta “keberanian”, lalu Tuhan melepas yang membatasi kita, jawaban doa tidak selalu datang dalam bentuk yang kita harapkan.

Karena Tuhan melindungi kita dari sesuatu yang tidak terlihat, yang kita lihat hanyalah kehilangan. Yang Tuhan lihat adalah bahaya, stagnansi, atau jalan buntu yang sedang kita hindari, dan ketika sesuatu dicabut, itu bisa jadi perlindungan yang disamarkan.

Karena kita sedang diarahkan ke takdir kita, kehilangan sering kali membuka ruang dan ruang itu dipakai Tuhan untuk sesuatu yang lebih sejati, lebih selaras, dan lebih damai. Yang hilang bukan akhir, itu penataan ulang dan kita sedang dibawa pulang ke hidup yang semestinya kita jalani.

Kehilangan bukan selalu tentang “diambil’, tapi tentang dilepaskan dari sesuatu yang tidak lagi selaras dengan jiwa kita. Yang kosong sekarang akan terisi, yang hilang diganti, yang tertutup akan terbuka.

Kamu hanya sedang diarahkan. Dengan cara yang mungkin belum kita mengerti hari ini, tapi akan sangat kita syukuri nanti.

Rekomendasi Berita