Kenapa Ada Anak Bercerita Dibilang Manja?

  • 03 Mar 2026 12:15 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Kenapa ada anak yang menganggap kalau berbicara sama keluarga malah menambah luka baru? Karena keluarganya tidak benar-benar mendengarkan.

Mereka dengar suara, tapi bukan isi hati. Yang datang bukan empati, tapi penghakiman, seperti dilansir dari tempatpulangco.

Karena tiap bercerita, yang diterima adalah kritik, bukan pelukan. Curhat sedikit dibilang manja, sedih sebentar dibilang drama, hancur disuruh kuat, akhirnya, diam terasa lebih aman.

Karena keluarga pakai standar mereka, bukan perasaan anaknya. Mereka memaksa anak mengikuti cara mereka melihat dunia, bukan memahami apa yang anak sedang rasakan.

Karena keluarga kadang menyakiti tanpa sadar, lalu menyuruh anak pura-pura tidak sakit. Contoh: kata-kata meremehkan, membandingkan, menyindir, menekan, mengejek, semua dianggap bercanda.

Karena yang harusnya jadi rumah, malah jadi sumber luka. Bukan benci keluarga, tapi capek “berperang” tiap buka mulut.

Kalau tiap cerita malah dikritik, diremehkan, atau disuruh kuat, sampai akhirnya kita memilih diam. Kenapa ada anak yang memilih diam, padahal sebenarnya ingin didengar?

Karena setiap kali cerita, yang datang bukan empati, tapi kritik, penghakiman, dan peremehan. Sedih dibilang drama, curhat dibilang manja, dan hancur malah disuruh kuat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....