Cover-Collapse Sinkhole Lumpuhkan Jalan Ciawigebang Kabupaten Kuningan
- 28 Feb 2026 20:40 WIB
- Cirebon
RRI. CO.ID, Kuningan - Fenomena tanah amblas atau sinkhole yang memutus akses jalan kabupaten di Dusun Pasir Tengah, Desa Karangkamulyan, Kecamatan Ciawigebang Kabupaten Kuningan, menjadi sorotan teknis terkait ketahanan infrastruktur terhadap cuaca ekstrem.
Peristiwa yang terjadi pada Kamis, 26 Februari 2026 itu, menyebabkan badan jalan penghubung Ciawigebang–Cihaur terputus total. Kejadian tersebut memperlihatkan dampak serius erosi internal terhadap struktur jembatan dan gorong-gorong di lokasi tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, menjelaskan bahwa stabilitas tanah di titik kejadian mengalami penurunan drastis setelah diguyur hujan lebat selama kurang lebih dua jam.
“Secara teknis, kejadian ini dipicu oleh kondisi tanah yang labil dan tergerus aliran air (piping erosion) di sekitar struktur jembatan. Hal ini menyebabkan gorong-gorong tidak mampu lagi menahan beban permukaan, sehingga terjadi amblesan atau sinkhole,” ujar Indra Bayu Permana dalam laporan mutakhirnya, Sabtu, 28 Februari 2026.
Berdasarkan hasil kaji cepat tim assessment di lapangan, kerusakan yang terjadi tergolong masif. Struktur gorong-gorong dilaporkan mengalami kerusakan total dengan diameter lingkaran sekitar 6 meter, lebar 4 meter, dan tinggi 4 meter. Sementara itu, badan jalan terputus sepanjang 3 meter, dengan lebar 4 meter dan kedalaman mencapai 4 meter.
Secara ilmiah, fenomena ini dikategorikan sebagai cover-collapse sinkhole. Jenis amblesan ini terjadi ketika rongga bawah tanah terbentuk akibat pengikisan material tanah oleh aliran air yang intens di bawah permukaan (subsurface erosion). Ketika lapisan atas rongga tidak lagi mampu menopang beban di atasnya dalam hal ini badan jalan dan kendaraan maka terjadi keruntuhan mendadak.
Mengingat besarnya dimensi kerusakan, BPBD menutup total jalur tersebut demi keselamatan pengguna jalan.
“Kami telah berkoordinasi dengan dinas teknis terkait untuk perencanaan perbaikan permanen. Masyarakat diminta tetap waspada, terutama saat intensitas hujan meningkat, karena karakteristik tanah di titik tersebut masih dalam fase penyesuaian pasca-amblas,” kata Indra menambahkan.
Untuk sementara waktu, arus lalu lintas dialihkan melalui jalur alternatif via Dusun Babakan, Desa Ciawilor, Kecamatan Ciawigebang. BPBD Kuningan bersama TNI, Polri, dan Dinas Pekerjaan Umum terus melakukan pemantauan guna mencegah potensi perluasan area amblesan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....