Sekilas Tarung Drajat, Bela Diri Asli Indonesia
- 23 Feb 2026 14:36 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Tarung Derajat merupakan seni bela diri asli Indonesia yang lahir dari dinamika kehidupan keras di Kota Kembang. Bela diri ini tumbuh dan berkembang di Bandung pada dekade 1970-an sebagai bentuk pembelaan diri sekaligus pembentukan karakter.
Tarung Derajat digagas oleh Haji Achmad Dradjat yang dikenal dengan panggilan Aa Boxer. Ia merumuskan teknik-teknik bertarung berdasarkan pengalaman nyata di lapangan dan proses latihan yang disiplin.
Cikal bakal Tarung Derajat berawal dari latihan sederhana yang dilakukan secara mandiri. Seiring waktu, metode tersebut disusun menjadi sistem yang terarah dan memiliki kurikulum latihan.
Secara resmi, Tarung Derajat berdiri pada 18 Juli 1972 sebagai tonggak lahirnya bela diri ini. Tanggal tersebut kemudian diperingati sebagai momentum penting perjalanan Tarung Derajat di Indonesia.
Untuk memperkuat organisasi, dibentuk wadah bernama Keluarga Olahraga Tarung Derajat. Organisasi ini berperan dalam pembinaan atlet, pelatih, serta pengembangan cabang di berbagai provinsi.
Filosofi Tarung Derajat tercermin dalam semboyan “Aku Ramah Bukan Berarti Takut, Aku Tunduk Bukan Berarti Takluk.” Nilai tersebut menegaskan pentingnya keberanian, keteguhan, dan sikap ksatria dalam kehidupan sehari-hari.
Teknik dasar Tarung Derajat menitikberatkan pada kekuatan pukulan, tendangan, serta kelincahan gerak tubuh. Latihannya dirancang untuk meningkatkan daya tahan fisik dan mental secara seimbang.
Dalam perjalanannya, Tarung Derajat mulai dipertandingkan di tingkat daerah hingga nasional. Cabang ini resmi menjadi bagian dari Pekan Olahraga Nasional sebagai olahraga prestasi.
Keikutsertaan dalam PON menjadi bukti pengakuan negara terhadap eksistensi Tarung Derajat. Atlet-atletnya pun mulai mencatatkan prestasi dan mengharumkan nama daerah masing-masing.
Selain di arena olahraga, Tarung Derajat juga dimanfaatkan sebagai metode pembinaan fisik di institusi pertahanan. Sejumlah satuan di Tentara Nasional Indonesia mengadopsi pola latihannya untuk meningkatkan ketahanan prajurit.
Tidak hanya TNI, beberapa unsur kepolisian juga memanfaatkan Tarung Derajat dalam pelatihan dasar. Hal ini menunjukkan efektivitas tekniknya dalam meningkatkan refleks dan kesiapsiagaan.
Perkembangan Tarung Derajat terus meluas ke berbagai daerah di Indonesia. Dojo-dojo dan satuan latihan berdiri di kota-kota besar hingga pelosok daerah.
Pembinaan usia dini menjadi salah satu fokus utama organisasi. Generasi muda dilatih tidak hanya untuk berprestasi, tetapi juga memiliki karakter disiplin dan tangguh.
Memasuki era modern, Tarung Derajat mulai dikenal di tingkat internasional. Sejumlah demonstrasi dan kerja sama luar negeri dilakukan untuk memperkenalkan bela diri ini ke mancanegara.
Kini, Tarung Derajat menjadi salah satu warisan olahraga kebanggaan Indonesia. Dengan semangat persatuan dan nasionalisme, bela diri ini diharapkan terus berkembang dan memberi kontribusi positif bagi bangsa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....