Menjaga Jarak Demi Kewarasan Mental

  • 20 Feb 2026 11:50 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Ada pertemanan yang dulu terasa hangat, penuh tawa, cerita, dan rasa nyaman. Tapi seiring waktu berjalan, kita mulai merasa lelah tanpa tahu kenapa.

Kita tetap bertahan, bukan karena bahagia, tapi karena takut dianggap berubah. Padahal pertemanan yang sehat tidak memaksa kita bertahan dengan mengorbankan diri sendiri.

Kita mulai belajar bahwa menjaga jarak bukan berarti membenci, tapi memberi ruang agar kita bisa menjaga kesehatan mental kita. Kita berhak menjaga jarak dari mereka yang membuat kita merasa kecil.

Kita berhak berkata “tidak” pada hubungan yang tidak lagi sehat. Kita berhak untuk bicara “tidak” pada orang-orang yang tidak sejalan dengan hati nurani kita.

Menjaga jarak bukan berarti kehilangan. Kadang, itu satu-satunya cara untuk bertahan tanpa kehilangan diri sendiri.

Kita boleh menjauh dari pertemanan yang tidak lagi sehat. Kita tidak egois, kita cuma sedang belajar menjaga diri.

Kalau kita lagi di fase bingung antara tetap bertahan atau mulai menjaga jarak, coba kenali dulu apa yang sebenarnya lagi kita rasakan. Semoga apa yang kita rasakan sesuai dengan apa yang diinginkan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....