Benarkah IQ Gen Z Lebih Rendah Dibanding Generasi Sebelumnya?
- 15 Feb 2026 12:55 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Sebuah penelitian yang disampaikan seorang ahli saraf dan pendidik Dr. Jared Cooney Horvath, Ph.D, Med menyebut Gen Z memiliki IQ lebih rendah dari generasi sebelumnya. Dilansir Time of India, Sabtu 7 Februari 2026, Horvart menyampaikan hal tersebut dalam ceramahnya kepada Komite Senat Perdagangan, Sains, dan Transportasi AS pada 2026.
Kemampuan kognitif (IQ) generasi Z atau anak yang lahir pada periode akhir 1990 hingga awal 2010 memiliki skor kognitif lebih rendah dibanding Generasi Millenial. Ini merupakan kali pertama suatu generasi memiliki skor IQ lebih rendah dari generasi sebelumnya.
| Baca juga: Diet Karnivora Makin Populer, Apa Kata Ahli? |
Adapun kemampuan kognitif Gen Z yang menurun yakni berupa kemampuan fokus, daya ingat, serta pemecahan masalah matematika secara mendasar. Akibatnya, banyak universitas ternama kini mempermudah kurikulum mereka demi menyesuaikan standar kemampuan akademik mahasiswa generasi baru.
Horvath mengatakan dalam 20 tahun terakhir, aspek-aspek inti perkembangan kognitif termasuk membaca, berhitung, fokus, dan penalaran tinggi telah mengalami kemunduran. Menurutnya ketergantungan pada teknologi digital membuat proses belajar di luar kelas justru tidak efektif dan membuat pemahaman terhadap pelajaran melemah.
| Baca juga: Media Sosial Picu Digital Burnout |
Teknologi disebut membawa pengaruh besar pada kemunduruan kemampuan kognitif para Gen Z. Walaupun punya segudang manfaat, teknologi ternyata mampu mengubah struktur otak secara tidak terduga.
Paparan konten singkat dan berita negatif secara terus-menerus terbukti dapat mengganggu fungsi memori kerja manusia. Akibatnya, otak kehilangan kemampuan untuk berkonsentrasi dalam waktu lama karena terbiasa dengan informasi yang serba instan.
Lebih dari itu, kecanggihan teknologi membuat minat seseorang untuk menjadikan membaca sebagai hobi mengalami penurunan. National Literacy Trust pada 2024 menyebut hanya sekitar 1 dari 3 anak berusia 8-18 tahun yang menikmati waktu luang dengan membaca, serta 1 dari 5 anak yang membaca buku setiap hari.
Namun sejumlah ahli mengingatkan bahwa IQ bukan sebuah tolok ukur untuk menentukan kecerdasaran seseorang. Tumbuh di era digital dan teknologi Gen Z berpotensi mengembangkan keunggulan yang tidak tertangkap oleh tes IQ lama, seperti kemampuan navigasi digital, multitasking, dan pemrosesan informasi secara cepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....