Medan Prijaji, Tonggak Awal Pers Pribumi Indonesia
- 11 Feb 2026 08:45 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Medan Prijaji merupakan surat kabar pribumi pertama yang dikelola secara modern di Hindia Belanda. Media ini didirikan oleh Tirto Adhi Soerjo pada tahun 1907 dan menjadi simbol awal kebangkitan pers nasional di tengah ketatnya kontrol kolonial.
Kehadiran Medan Prijaji menandai perubahan penting dalam dunia jurnalistik Indonesia. Untuk pertama kalinya, surat kabar dimanfaatkan sebagai sarana menyampaikan aspirasi dan kritik masyarakat pribumi, bukan sekadar alat informasi pemerintah kolonial, dilansir dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) terkait sejarah pers Hindia Belanda.
Melalui Medan Prijaji, berbagai persoalan ketidakadilan hukum, diskriminasi rasial, dan kesenjangan sosial diangkat secara terbuka. Media ini secara konsisten membela kepentingan kaum priyayi dan pedagang bumiputra yang kerap dirugikan oleh sistem kolonial, dikutip dari buku Pers dan Pergerakan Nasional terbitan Balai Pustaka.
Penggunaan bahasa Melayu dalam Medan Prijaji membuat isi pemberitaan lebih mudah dipahami oleh masyarakat luas. Strategi ini memperluas jangkauan pembaca dan berperan dalam menumbuhkan kesadaran politik di kalangan pribumi, sebagaimana dilansir dari kajian sejarah media Indonesia.
Keberanian Medan Prijaji dalam menyampaikan kritik tajam membuat media ini berada di bawah pengawasan ketat pemerintah Hindia Belanda. Tekanan politik, ancaman hukum, hingga pembredelan menjadi risiko yang harus dihadapi oleh Tirto Adhi Soerjo dan redaksi, dilansir dari catatan pers kolonial awal abad ke-20.
Meski tidak berumur panjang, pengaruh Medan Prijaji sangat besar terhadap perkembangan pers nasional. Media ini menginspirasi lahirnya berbagai surat kabar pribumi lain yang menjadikan pers sebagai alat perjuangan sosial dan politik, dikutip dari berbagai literatur sejarah pers Indonesia.
Hingga kini, Medan Prijaji dikenang sebagai tonggak awal pers Indonesia yang meletakkan dasar jurnalisme berpihak pada kepentingan rakyat serta perjuangan kebangsaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....