Tirto Adhi Soerjo, Perintis Pers Modern Indonesia
- 11 Feb 2026 07:47 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Tirto Adhi Soerjo merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah pers dan pergerakan nasional Indonesia. Di tengah kuatnya dominasi kolonial Belanda pada awal abad ke-20, Tirto tampil sebagai jurnalis yang menggunakan tulisan sebagai alat perlawanan dan pencerahan bagi masyarakat pribumi.
Lahir sekitar tahun 1880, Tirto dikenal sebagai pelopor jurnalisme modern di kalangan pribumi. Ia memandang pers bukan sekadar penyampai informasi, tetapi juga sarana membangun kesadaran politik dan sosial masyarakat Indonesia, sebagaimana dilansir dari catatan sejarah pers nasional di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
Peran besar Tirto terlihat ketika ia mendirikan surat kabar Medan Prijaji pada tahun 1907. Media ini menjadi tonggak penting karena dikelola sepenuhnya oleh orang Indonesia dan secara terbuka mengkritik kebijakan kolonial Hindia Belanda, dilansir dari laman Tirto.id yang mengulas sejarah pers pribumi.
Melalui Medan Prijaji, Tirto secara konsisten membela kepentingan rakyat kecil, terutama kaum priyayi dan pedagang pribumi. Tulisan-tulisannya kerap mengangkat persoalan ketidakadilan hukum, ekonomi, serta diskriminasi rasial yang dialami masyarakat Indonesia pada masa itu, dikutip dari buku Pers dan Pergerakan Nasional terbitan Balai Pustaka.
Selain bergerak di bidang pers, Tirto juga aktif dalam dunia organisasi. Ia tercatat sebagai salah satu perintis Sarekat Dagang Islam, yang kemudian berkembang menjadi Sarekat Islam dan berperan besar dalam membangkitkan kesadaran kolektif rakyat Indonesia, dilansir dari arsip sejarah pergerakan nasional.
Keberanian Tirto dalam menyuarakan kritik membuatnya kerap berhadapan dengan pemerintah kolonial. Ia mengalami tekanan, pembredelan media, hingga pembuangan, sebagaimana dicatat dalam sejumlah arsip kolonial Belanda dan kajian sejarah pers Indonesia.
Meski wafat pada tahun 1918, pemikiran dan perjuangan Tirto Adhi Soewirjo tetap relevan hingga kini. Sosoknya juga menginspirasi tokoh Minke dalam novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer, dikutip dari berbagai wawancara dan esai Pramoedya tentang sejarah pers pribumi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....