Child Grooming, Ancaman Tersembunyi Yang Mengintai Anak
- 03 Feb 2026 18:22 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Child grooming adalah tindakan orang dewasa yang membangun hubungan dekat dengan anak untuk mengeksploitasi mereka, seperti yang dilansir dari laman Childsafety. Istilah ini sering dipakai ketika pelaku akhirnya melakukan pelecehan seksual terhadap anak atau memanipulasi mereka dengan cara terselubung.
Grooming bisa terjadi langsung di kehidupan nyata atau melalui internet di media sosial, aplikasi chatting, dan game online. Pelaku memulai dari sikap ramah dan perhatian agar anak percaya pada mereka dulu.
Pelaku grooming sering memberi perhatian khusus, hadiah, dan pujian untuk menarik kepercayaan anak. Tujuan utamanya adalah untuk mengeksploitasi anak secara emosional atau seksual.
Dalam dunia digital, groomer bisa menyamar sebagai teman sebaya atau orang yang memiliki minat sama, seperti yang dilansir dari laman esafety.gov.au. Setelah kepercayaan terbentuk, mereka mulai menyinggung topik dewasa atau meminta konten pribadi dari anak.
Dilansir dari dpppa.tangerangkab.go.id, pada 25 Jul 2025, tanda-tanda grooming sering kali halus dan sulit dikenali. Anak mungkin merahasiakan percakapan, menerima hadiah yang tidak biasa, atau menjadi tertutup soal komunikasi online.
Perubahan perilaku seperti anak yang sering online, lebih pendiam, atau emosional tanpa sebab jelas patut diwaspadai. Ini bisa menjadi indikasi hubungan yang tidak sehat dengan orang dewasa lain.
Melansir dari laman KPAI pada 15 Januari 2026, organisasi perlindungan anak menilai praktik grooming sering tidak terdeteksi sejak awal. Kurangnya kesadaran orang dewasa membuat anak lebih rentan menjadi korban.
Pencegahan dapat dilakukan dengan edukasi tentang batasan tubuh dan privasi anak. Dialog terbuka antara orang tua dan anak membantu mencegah tindakan grooming berkembang.
Jika ditemukan indikasi grooming, segera laporkan kepada lembaga perlindungan anak atau pihak berwenang. Perlindungan dan pendampingan psikologis sangat penting bagi pemulihan korban.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....