Pengantin Tebu: Ritual Unik Petani di Cirebon
- 30 Des 2025 15:31 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Di Kabupaten Cirebon, ada sebuah tradisi lokal yang unik dan penuh makna budaya, dikenal sebagai kawin tebu. Tradisi ini bukan tentang pernikahan manusia, melainkan ritual simbolis yang dilakukan oleh komunitas petani tebu untuk menyambut musim giling tebu dan berharap hasil panen melimpah.
Tradisi kawin tebu biasanya digelar setiap tahun di sekitar area pabrik gula seperti Pabrik Gula Tersana Baru di Desa Babakan dan PG Sindanglaut di Kecamatan Lemahabang. Petani tebu bersama warga masyarakat mengarak sepasang batang tebu yang dihias layaknya pasangan pengantin lengkap dengan pakaian dan dekorasi khas pernikahan, dari kebun menuju pabrik gula.
Pengiring rombongan juga terdiri dari batang‑batang tebu lain yang dihias serta iringan musik tradisional tarling khas Cirebon. Prosesi kawin tebu dimulai dengan ritual syukuran di kebun tebu setempat.
Dalam acara ini, tebu yang dipilih untuk menjadi “pengantin” dipersiapkan melalui prosesi pencabutan dan dihias sedemikian rupa. Selanjutnya, rombongan diarak sepanjang jalan dengan semangat kebersamaan, disambut oleh masyarakat yang ikut meramaikan suasana.
Dilansir dari ayo cirebon.com, saat tiba di pabrik, batang‑batang tebu tersebut secara simbolis diserahkan kepada pengurus pabrik sebelum memasuki tahapan giling. Makna di balik tradisi kawin tebu mencerminkan harapan dan doa petani agar musim giling berjalan lancar, hasil produksi gula tinggi, dan kehidupan masyarakat petani tebu semakin sejahtera.
Ritual ini juga memperlihatkan hubungan harmonis antara petani dan pabrik gula, serta menjadi momen berkumpulnya komunitas lokal untuk saling berbagi kebahagiaan dan optimisme menjelang masa panen. Selain menjadi simbol budaya dan doa bersama, tradisi kawin tebu juga turut memberi dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Acara ini menarik perhatian warga, menciptakan suasana perayaan, dan bahkan berpotensi menjadi daya tarik wisata budaya lokal. Hal ini mencerminkan bagaimana tradisi agraris seperti kawin tebu bisa tetap hidup di tengah modernisasi, sambil memperkuat identitas komunitas petani tebu di Cirebon. (Zhakira Aulia Aditama/ Universitas Muhammadiyah Cirebon)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....