Cara Membedakan Lapar Asli dan Lapar Palsu
- 04 Des 2025 15:48 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Pernahkah Anda merasa ingin makan padahal baru saja selesai menyantap hidangan? Atau tiba-tiba ingin ngemil saat mencium aroma makanan, meski sebenarnya perut masih terasa penuh?
Nah, kondisi ini ternyata sangat umum terjadi dan sering membuat kita bingung apakah tubuh benar-benar membutuhkan makanan atau sekadar “keinginan sesaat”. Untuk itu, penting bagi kita memahami perbedaan antara lapar asli dan lapar palsu agar pola makan tetap sehat dan terkontrol.
Dilansir dari laman hellosehat.com, lapar palsu, atau dikenal juga sebagai false hunger, adalah kondisi ketika seseorang merasa ingin makan bukan karena kebutuhan fisik, tetapi karena dorongan emosional atau rangsangan tertentu. Misalnya, makan karena stres, tergoda aroma makanan lezat, melihat hidangan yang menggugah selera, atau sekadar ingin mengunyah sesuatu saat gugup.
Jika kebiasaan ini tidak disadari, seseorang bisa makan berlebihan dan lebih sering memilih makanan manis, asin, atau berlemak. Sebaliknya, lapar yang sebenarnya ditandai oleh sinyal fisik seperti perut keroncongan, pusing, sulit fokus, mudah marah, serta rasa lapar yang tidak hilang begitu saja.
Rasa lapar ini biasanya muncul 3-4 jam setelah makan, dan dapat teratasi dengan makanan sehat atau camilan ringan. Lapar palsu dapat muncul karena stres, kebiasaan makan bersama teman, rasa gugup, kurang tidur, hingga asupan serat atau gizi yang tidak mencukupi.
Pada kondisi ini, seseorang sering merasa bersalah setelah makan meski sebenarnya sudah kenyang, dan tetap ingin makan meskipun baru saja makan. Untuk mengatasi lapar palsu, Anda bisa menggunakan skala lapar, yaitu metode mengenali tingkat rasa lapar dari yang paling ringan hingga sangat parah.
Dengan memahami skala ini, Anda dapat menentukan apakah tubuh benar-benar membutuhkan makanan atau Anda hanya ingin makan karena dorongan emosional. Memahami perbedaan antara lapar asli dan lapar palsu membantu Anda mengatur pola makan dengan lebih bijak serta mencegah makan berlebihan.
Jika bingung atau mengalami kesulitan, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan saran yang tepat. (Sumber: hellosehat.com/SerlyMarlina/IPB Cirebon)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....